SANGGAU, HALOKALBAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Sanggau terus memperkuat sinergi dan kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan religius dan humanis.
Kali ini, Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., menggelar kegiatan “Minggu Kasih” di Gereja Pemberitaan Injil (GEPEMBRI) Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, pada Minggu 1 November 2026
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan ini disambut dengan penuh antusias oleh Pendeta Kristison bersama pengurus dan jemaat GEPEMBRI Sanggau.
Pendeta Kristison menyampaikan apresiasi serta rasa bahagianya atas kunjungan langsung Kapolres Sanggau ke gereja mereka. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah-tengah jemaat memberikan rasa aman sekaligus wadah penyampaian informasi penting terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Terima kasih Pak Kapolres atas kedatangannya. Kami sangat menyambut baik, di mana Pak Kapolres telah hadir di tengah-tengah kita, menyampaikan situasi saat ini, dan memberi informasi yang sangat penting,” ungkap Pendeta Kristison.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika menekankan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat bukanlah tugas yang bisa dikerjakan sendiri oleh institusi Kepolisian. Perlu adanya dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Yang pertama, perlu saya sampaikan bahwa ketertiban di masyarakat tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pihak kepolisian, tentu dibutuhkan peran serta masyarakat,” ujar AKBP Kadek Ary Mahardika.
Selain mengajak jemaat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif, Kapolres Sanggau juga mengimbau seluruh masyarakat dan jemaat GEPEMBRI agar senantiasa merawat semangat toleransi serta menghargai kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sanggau yang dikenal harmonis.
Kegiatan Minggu Kasih ini ditutup dengan sesi dialog interaktif antara pihak kepolisian dan jemaat, sebagai bagian dari komitmen Polres Sanggau dalam mendengar langsung aspirasi serta masukan dari masyarakat secara dialogis.(***)

