Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    1 minggu lalu
    Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
    1 minggu lalu
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    2 minggu lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    2 minggu lalu
    Peduli Kesehatan, PMI Kabupaten Sanggau Bersama Relawan Bagikan 1.000 Masker dan Air Bersih
    2 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global
Internasional

Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global

VIVM
Diperbarui: 12/08/2025 18:34
VIVM
1 tahun lalu
Bagikan

Gaza, 11 Agustus 2025 — Sebuah serangan udara yang menimpa sebuah tenda di dekat kompleks rumah sakit al-Shifa menewaskan lima wartawan — termasuk koresponden Al Jazeera Anas al-Sharif — dan memicu kecaman luas dari organisasi media, badan hak asasi, dan sejumlah pemerintah. Al Jazeera menyebutnya sebagai “pembunuhan terarah”; Israel mengatakan serangan menargetkan anggota bersenjata yang menyamar sebagai jurnalis.

Serangan terjadi pada malam hari minggu lalu di luar gerbang utama al-Shifa, ketika beberapa wartawan menyiapkan laporan dari lapangan. Selain Anas al-Sharif, korban termasuk korawan Mohamed Qreiqeh dan beberapa operator kamera yang bekerja untuk jaringan tersebut. Laporan-laporan lapangan dan rekaman video menunjukkan puing-puing dan mayat di lokasi tenda yang hancur.

Militer Israel menyatakan serangan itu mengenai sasaran militan yang berpura-pura menjadi wartawan dan menyebut bukti intelijen yang mendukung tindakannya. Pernyataan itu menimbulkan perdebatan karena Al Jazeera membantah semua tuduhan dan menegaskan para korban adalah wartawannya yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kasus ini mencerminkan pergesekan serius antara klaim keamanan militer dan prinsip perlindungan pekerja media dalam konflik.

Kematian para jurnalis memicu kecaman dari organisasi-organisasi internasional dan pemerintahan:

  • Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan International Press Institute mengecam keras dan menuntut penyelidikan independen atas serangan terhadap wartawan.

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta badan HAM seperti Amnesty International, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan jurnalis dan menegaskan bahwa wartawan harus dilindungi dalam operasional militer.

  • Beberapa negara dan parlemen Eropa menyatakan kecaman publik dan meminta klarifikasi dari pihak Israel; seruan ini mengiringi demonstrasi dan protes solidaritas di sejumlah kota.

Pengamat media menyebut peristiwa ini sebagai salah satu momen paling berbahaya bagi jurnalisme lapangan sejak konflik berlangsung, karena membatasi akses liputan dan meningkatkan risiko bagi jurnalis lokal dan internasional yang mencoba melaporkan kondisi di Gaza. Data organisasi jurnalis menunjukkan peningkatan jumlah jurnalis yang tewas selama konflik ini, menjadikan wilayah itu salah satu zona paling mematikan bagi pekerja media di era modern.

Baca juga

Stunting masih menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat 
Bahaya Konsumsi Alkohol Berlebihan: Ancaman bagi Kesehatan dan Kehidupan
Yessy Melania Dorong PLBN Badau Sebagai Pintu Ekspor Komoditi Pertanian

Al Jazeera dan kelompok-kelompok hak asasi menuntut penyelidikan independen, transparan, dan akuntabel untuk menentukan apakah penggunaan kekuatan memenuhi hukum humaniter internasional. Pemerintah dan organisasi internasional beberapa kali menekankan pentingnya melindungi pekerja media sebagai “pihak netral” di zona konflik — sebuah prinsip yang menjadi titik tekan dalam seruan agar peristiwa ini tidak berlalu tanpa penjelasan.

- Advertisement -

Kematian lima jurnalis di Gaza pada 10–11 Agustus 2025 telah memicu gelombang kecaman global dan memperdalam kekhawatiran tentang keselamatan pers di medan perang. Dengan klaim yang saling bertentangan antara pihak militer dan lembaga media, kasus ini berpotensi menjadi ujian bagi mekanisme penyelidikan internasional dan perlindungan terhadap kebebasan pers.

Sumber utama: Al Jazeera, Reuters, Associated Press (AP), The Guardian, Times of Israel.

TAG:Kematian JurnalisSerangan Israel
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih1
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Tolak Instruksi Presiden Prabowo, Gerdayak Sanggau dan Wagub Kalbar Pasang Badan Bela Peladang
Gandeng PMI Sanggau, ANTAM Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Sinergi PT GKM dan AJS Bantu Pemkab Sanggau Atasi Dampak Kabut Asap
Timotius Yance Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sanggau di Musda XI
Sentuh Masyarakat Dusun Periji, Kades Pana Apresiasi Kegigihan Polres Sanggau Cegah Karhutla dan Bantu Warga

Berita Menarik Lainnya

Mengapa Bendera Dayak Merah-Kuning-Biru Bukan Simbol Politik? Ini Penjelasan Naskah Akademiknya
1 bulan lalu
Kemudahan Berobat ke RS Borneo Medical Centre Kuching: Solusi Layanan Kesehatan Bagi Warga Kalbar
2 bulan lalu
Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
3 bulan lalu
Sikapi Kecelakaan Beruntun,di Sanggau Sekretaris Komisi IV DPRD Kalbar Bakal Panggil Dinas PUPR
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar