Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
    2 hari lalu
    Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
    2 hari lalu
    Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
    2 hari lalu
    Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
    3 hari lalu
    Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton
    Vaksin Rabies dan ASF Kosong di Sanggau, Hanya Vaksin Ayam yang Aman
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global
Internasional

Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global

VIVM
Diperbarui: 12/08/2025 18:34
VIVM
12 bulan lalu
Bagikan

Gaza, 11 Agustus 2025 — Sebuah serangan udara yang menimpa sebuah tenda di dekat kompleks rumah sakit al-Shifa menewaskan lima wartawan — termasuk koresponden Al Jazeera Anas al-Sharif — dan memicu kecaman luas dari organisasi media, badan hak asasi, dan sejumlah pemerintah. Al Jazeera menyebutnya sebagai “pembunuhan terarah”; Israel mengatakan serangan menargetkan anggota bersenjata yang menyamar sebagai jurnalis.

Serangan terjadi pada malam hari minggu lalu di luar gerbang utama al-Shifa, ketika beberapa wartawan menyiapkan laporan dari lapangan. Selain Anas al-Sharif, korban termasuk korawan Mohamed Qreiqeh dan beberapa operator kamera yang bekerja untuk jaringan tersebut. Laporan-laporan lapangan dan rekaman video menunjukkan puing-puing dan mayat di lokasi tenda yang hancur.

Militer Israel menyatakan serangan itu mengenai sasaran militan yang berpura-pura menjadi wartawan dan menyebut bukti intelijen yang mendukung tindakannya. Pernyataan itu menimbulkan perdebatan karena Al Jazeera membantah semua tuduhan dan menegaskan para korban adalah wartawannya yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kasus ini mencerminkan pergesekan serius antara klaim keamanan militer dan prinsip perlindungan pekerja media dalam konflik.

Kematian para jurnalis memicu kecaman dari organisasi-organisasi internasional dan pemerintahan:

  • Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan International Press Institute mengecam keras dan menuntut penyelidikan independen atas serangan terhadap wartawan.

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta badan HAM seperti Amnesty International, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan jurnalis dan menegaskan bahwa wartawan harus dilindungi dalam operasional militer.

  • Beberapa negara dan parlemen Eropa menyatakan kecaman publik dan meminta klarifikasi dari pihak Israel; seruan ini mengiringi demonstrasi dan protes solidaritas di sejumlah kota.

Pengamat media menyebut peristiwa ini sebagai salah satu momen paling berbahaya bagi jurnalisme lapangan sejak konflik berlangsung, karena membatasi akses liputan dan meningkatkan risiko bagi jurnalis lokal dan internasional yang mencoba melaporkan kondisi di Gaza. Data organisasi jurnalis menunjukkan peningkatan jumlah jurnalis yang tewas selama konflik ini, menjadikan wilayah itu salah satu zona paling mematikan bagi pekerja media di era modern.

Baca juga

Humanitarian Update PBB: Koridor Bantuan Tersendat, Risiko Bencana Memburuk di Gaza
Punya Mobil Tapi Belum Paham Informasi Di Ban Mobil, Coba Baca ini
Angota SMSI Disematkan Marga Saat Lakukan Ekspedisi Ke Samosir Sumut

Al Jazeera dan kelompok-kelompok hak asasi menuntut penyelidikan independen, transparan, dan akuntabel untuk menentukan apakah penggunaan kekuatan memenuhi hukum humaniter internasional. Pemerintah dan organisasi internasional beberapa kali menekankan pentingnya melindungi pekerja media sebagai “pihak netral” di zona konflik — sebuah prinsip yang menjadi titik tekan dalam seruan agar peristiwa ini tidak berlalu tanpa penjelasan.

- Advertisement -

Kematian lima jurnalis di Gaza pada 10–11 Agustus 2025 telah memicu gelombang kecaman global dan memperdalam kekhawatiran tentang keselamatan pers di medan perang. Dengan klaim yang saling bertentangan antara pihak militer dan lembaga media, kasus ini berpotensi menjadi ujian bagi mekanisme penyelidikan internasional dan perlindungan terhadap kebebasan pers.

Sumber utama: Al Jazeera, Reuters, Associated Press (AP), The Guardian, Times of Israel.

TAG:Kematian JurnalisSerangan Israel
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih1
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Penadah Emas Ilegal di Nanga Serawai
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan

Berita Menarik Lainnya

Kemudahan Berobat ke RS Borneo Medical Centre Kuching: Solusi Layanan Kesehatan Bagi Warga Kalbar
2 hari lalu
Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
2 bulan lalu
Sikapi Kecelakaan Beruntun,di Sanggau Sekretaris Komisi IV DPRD Kalbar Bakal Panggil Dinas PUPR
4 bulan lalu
Nilai Ceramah JK Menyesatkan, Pemuda Katolik Kalbar Desak Tokoh Bangsa Minta Maaf
4 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar