Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Serap Aspirasi di Kecamatan Jangkang, Alfonsus Masgio Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026
    5 jam lalu
    Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
    5 jam lalu
    PNS Tugas Belajar Wajib Tahu! BKPSDM Gelar Evaluasi Masa Studi yang Segera Berakhir
    5 jam lalu
    Antisipasi Musim Kemarau, Bhabinkamtibmas Sekayam Gencarkan Larangan Bakar Lahan
    3 hari lalu
    Kejagung Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp40 Miliar ke Eks Anggota DPR RI dalam Kasus Bauksit Kalbar
    4 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global
Internasional

Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global

VIVM
Diperbarui: 12/08/2025 18:34
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Gaza, 11 Agustus 2025 — Sebuah serangan udara yang menimpa sebuah tenda di dekat kompleks rumah sakit al-Shifa menewaskan lima wartawan — termasuk koresponden Al Jazeera Anas al-Sharif — dan memicu kecaman luas dari organisasi media, badan hak asasi, dan sejumlah pemerintah. Al Jazeera menyebutnya sebagai “pembunuhan terarah”; Israel mengatakan serangan menargetkan anggota bersenjata yang menyamar sebagai jurnalis.

Serangan terjadi pada malam hari minggu lalu di luar gerbang utama al-Shifa, ketika beberapa wartawan menyiapkan laporan dari lapangan. Selain Anas al-Sharif, korban termasuk korawan Mohamed Qreiqeh dan beberapa operator kamera yang bekerja untuk jaringan tersebut. Laporan-laporan lapangan dan rekaman video menunjukkan puing-puing dan mayat di lokasi tenda yang hancur.

Militer Israel menyatakan serangan itu mengenai sasaran militan yang berpura-pura menjadi wartawan dan menyebut bukti intelijen yang mendukung tindakannya. Pernyataan itu menimbulkan perdebatan karena Al Jazeera membantah semua tuduhan dan menegaskan para korban adalah wartawannya yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kasus ini mencerminkan pergesekan serius antara klaim keamanan militer dan prinsip perlindungan pekerja media dalam konflik.

Kematian para jurnalis memicu kecaman dari organisasi-organisasi internasional dan pemerintahan:

  • Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan International Press Institute mengecam keras dan menuntut penyelidikan independen atas serangan terhadap wartawan.

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta badan HAM seperti Amnesty International, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan jurnalis dan menegaskan bahwa wartawan harus dilindungi dalam operasional militer.

  • Beberapa negara dan parlemen Eropa menyatakan kecaman publik dan meminta klarifikasi dari pihak Israel; seruan ini mengiringi demonstrasi dan protes solidaritas di sejumlah kota.

Pengamat media menyebut peristiwa ini sebagai salah satu momen paling berbahaya bagi jurnalisme lapangan sejak konflik berlangsung, karena membatasi akses liputan dan meningkatkan risiko bagi jurnalis lokal dan internasional yang mencoba melaporkan kondisi di Gaza. Data organisasi jurnalis menunjukkan peningkatan jumlah jurnalis yang tewas selama konflik ini, menjadikan wilayah itu salah satu zona paling mematikan bagi pekerja media di era modern.

Baca juga

Komitmen Polri Berantas Judi Online,Tangkap Ketiga Buronan Ke Kamboja
Dua Orang Tersangka TPPO, yang membawa Calon Pekerja Migran Indonesia di Tangkap Oleh Anggota Polres Sanggau
Dua Ratus Orang Personil Polri dikerahkan mengawal Jalanya Aksi Bela Palestina di Sintang 

Al Jazeera dan kelompok-kelompok hak asasi menuntut penyelidikan independen, transparan, dan akuntabel untuk menentukan apakah penggunaan kekuatan memenuhi hukum humaniter internasional. Pemerintah dan organisasi internasional beberapa kali menekankan pentingnya melindungi pekerja media sebagai “pihak netral” di zona konflik — sebuah prinsip yang menjadi titik tekan dalam seruan agar peristiwa ini tidak berlalu tanpa penjelasan.

- Advertisement -

Kematian lima jurnalis di Gaza pada 10–11 Agustus 2025 telah memicu gelombang kecaman global dan memperdalam kekhawatiran tentang keselamatan pers di medan perang. Dengan klaim yang saling bertentangan antara pihak militer dan lembaga media, kasus ini berpotensi menjadi ujian bagi mekanisme penyelidikan internasional dan perlindungan terhadap kebebasan pers.

Sumber utama: Al Jazeera, Reuters, Associated Press (AP), The Guardian, Times of Israel.

TAG:Kematian JurnalisSerangan Israel
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih1
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dari Tari Kreasi hingga Pelatihan Bikin Bakcang, Intip Keseruan Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026
Kelompok Binaan CSR ANTAM Kalbar Jadi Percontohan Budidaya Ikan bagi Halmahera Timur
Kejagung Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp40 Miliar ke Eks Anggota DPR RI dalam Kasus Bauksit Kalbar
Kebakaran di Gg Bhakti Sanggau, Satu Rumah Hangus Dipicu Korek Api
Polsek Sekayam Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga Balai Karangan

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
5 jam lalu
Sikapi Kecelakaan Beruntun,di Sanggau Sekretaris Komisi IV DPRD Kalbar Bakal Panggil Dinas PUPR
2 bulan lalu
Nilai Ceramah JK Menyesatkan, Pemuda Katolik Kalbar Desak Tokoh Bangsa Minta Maaf
2 bulan lalu
Sinergi Kuat Kalbar-Sarawak Diperkuat di Sosek Malindo ke-38 Miri: Fokus Utama Konektivitas dan PLBN Entikong
8 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar