Sanggau,Halokalbar.com – Menghadapi potensi bencana saat musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau bergerak cepat dengan menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Langkah proaktif ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman api.
Kepala BPBD Sanggau, Didit Richardi, melalui Kasi Pencegahan BPBD Sanggau, Kristian Hendro, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dipusatkan ke wilayah desa hingga kelurahan.
Edukasi langsung ini bertujuan agar warga memahami bahaya laten, dampak kesehatan, serta aturan hukum terkait larangan membakar lahan demi alasan apa pun.
“Kami gencarkan sosialisasi agar masyarakat paham bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta tidak lagi membakar lahan secara sengaja. Cegah sejak dini lebih baik daripada memadamkan setelah terjadi,” ujar Kristian Hendro kepada media, Jumat 7 Agustus 2026
Selain memberikan imbauan dan pemahaman hukum, BPBD Sanggau juga mengedukasi masyarakat mengenai metode pengelolaan lahan ramah lingkungan tanpa bakar.
Warga pun diminta untuk senantiasa waspada dan segera melaporkan ke pihak berwenang apabila menemukan kemunculan titik api (hotspot) di lingkungan sekitar.
BPBD Sanggau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Upaya pencegahan kolektif dinilai jauh lebih efektif dan efisien ketimbang melakukan pemadaman saat kobaran api sudah meluas dan memicu polusi udara.
“Kami berharap kesadaran masyarakat tumbuh dari diri sendiri. Mari jaga hutan dan lahan kita bersama agar tetap aman, bersih, dan terhindar dari asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari,” pungkas Hendro. (***)
