Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jalur Internasional Sanggau-Entikong Terendam Banjir, BPBD: Ketinggian Capai 50 CM
    2 hari lalu
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    2 hari lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    2 hari lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    3 hari lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global
Internasional

Lima Jurnalis Tewas di Gaza: Serangan yang Memicu Kecaman Global

VIVM
Diperbarui: 12/08/2025 18:34
VIVM
5 bulan lalu
Bagikan

Gaza, 11 Agustus 2025 — Sebuah serangan udara yang menimpa sebuah tenda di dekat kompleks rumah sakit al-Shifa menewaskan lima wartawan — termasuk koresponden Al Jazeera Anas al-Sharif — dan memicu kecaman luas dari organisasi media, badan hak asasi, dan sejumlah pemerintah. Al Jazeera menyebutnya sebagai “pembunuhan terarah”; Israel mengatakan serangan menargetkan anggota bersenjata yang menyamar sebagai jurnalis.

Serangan terjadi pada malam hari minggu lalu di luar gerbang utama al-Shifa, ketika beberapa wartawan menyiapkan laporan dari lapangan. Selain Anas al-Sharif, korban termasuk korawan Mohamed Qreiqeh dan beberapa operator kamera yang bekerja untuk jaringan tersebut. Laporan-laporan lapangan dan rekaman video menunjukkan puing-puing dan mayat di lokasi tenda yang hancur.

Militer Israel menyatakan serangan itu mengenai sasaran militan yang berpura-pura menjadi wartawan dan menyebut bukti intelijen yang mendukung tindakannya. Pernyataan itu menimbulkan perdebatan karena Al Jazeera membantah semua tuduhan dan menegaskan para korban adalah wartawannya yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kasus ini mencerminkan pergesekan serius antara klaim keamanan militer dan prinsip perlindungan pekerja media dalam konflik.

Kematian para jurnalis memicu kecaman dari organisasi-organisasi internasional dan pemerintahan:

  • Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan International Press Institute mengecam keras dan menuntut penyelidikan independen atas serangan terhadap wartawan.

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta badan HAM seperti Amnesty International, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan jurnalis dan menegaskan bahwa wartawan harus dilindungi dalam operasional militer.

  • Beberapa negara dan parlemen Eropa menyatakan kecaman publik dan meminta klarifikasi dari pihak Israel; seruan ini mengiringi demonstrasi dan protes solidaritas di sejumlah kota.

Pengamat media menyebut peristiwa ini sebagai salah satu momen paling berbahaya bagi jurnalisme lapangan sejak konflik berlangsung, karena membatasi akses liputan dan meningkatkan risiko bagi jurnalis lokal dan internasional yang mencoba melaporkan kondisi di Gaza. Data organisasi jurnalis menunjukkan peningkatan jumlah jurnalis yang tewas selama konflik ini, menjadikan wilayah itu salah satu zona paling mematikan bagi pekerja media di era modern.

Baca juga

Patut Dipuji Direktorat Jenderal Imigrasi Berhasil Amankan Puluhan Buronan Sepanjang Tahun 2023
HUT Pemprov Kalbar Sukses Di Gelar,Gandeng PTMSI Sanggau
BIN Bantu Korban Bencana Alam di Cianjur

Al Jazeera dan kelompok-kelompok hak asasi menuntut penyelidikan independen, transparan, dan akuntabel untuk menentukan apakah penggunaan kekuatan memenuhi hukum humaniter internasional. Pemerintah dan organisasi internasional beberapa kali menekankan pentingnya melindungi pekerja media sebagai “pihak netral” di zona konflik — sebuah prinsip yang menjadi titik tekan dalam seruan agar peristiwa ini tidak berlalu tanpa penjelasan.

- Advertisement -

Kematian lima jurnalis di Gaza pada 10–11 Agustus 2025 telah memicu gelombang kecaman global dan memperdalam kekhawatiran tentang keselamatan pers di medan perang. Dengan klaim yang saling bertentangan antara pihak militer dan lembaga media, kasus ini berpotensi menjadi ujian bagi mekanisme penyelidikan internasional dan perlindungan terhadap kebebasan pers.

Sumber utama: Al Jazeera, Reuters, Associated Press (AP), The Guardian, Times of Israel.

TAG:Kematian JurnalisSerangan Israel
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih1
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3
Ngopi Santai, Sinergi Kuat! PLN IP UBP dan UP3 Sanggau Dekatkan Diri dengan Media Lokal
BNNK Sanggau Luncurkan Desa Bersinar di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau
AJI Kecam Pernyataan KASAD dan Seskab Teddy: “Jangan Bungkam Kritik di Tengah Bencana”

Berita Menarik Lainnya

Sinergi Kuat Kalbar-Sarawak Diperkuat di Sosek Malindo ke-38 Miri: Fokus Utama Konektivitas dan PLBN Entikong
2 bulan lalu
Bantuan Masuk ke Gaza Setelah Gencatan Senjata: Ribuan Truk, Ribuan Nyawa yang Menunggu
3 bulan lalu
Gaza di Ujung Tali: Ultimatum 72 Jam, Hujan Bom Tak Henti
3 bulan lalu
Veto Jadi Biang Kebuntuan, Dunia Mendesak Reformasi Dewan Keamanan PBB
4 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar