Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot Turun ke Kapuas Sanggau
    4 hari lalu
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    2 minggu lalu
    Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
    2 minggu lalu
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    2 minggu lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    2 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kesehatan > Waspada Leptospirosis: Lonjakan Kasus dan Korban Tewas Terjadi di Sejumlah Daerah Indonesia
Kesehatan

Waspada Leptospirosis: Lonjakan Kasus dan Korban Tewas Terjadi di Sejumlah Daerah Indonesia

VIVM
Diperbarui: 13/08/2025 0:00
VIVM
1 tahun lalu
Bagikan

Jakarta, 12 Agustus 2025, Indonesia kembali dikejutkan oleh peningkatan tajam kasus leptospirosis—penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan lingkungan tercemar—di berbagai wilayah tiap musim hujan. Berikut adalah situasi terkini berdasarkan laporan terbaru dari media nasional dan sumber resmi:

Konten
Perkembangan Kasus per DaerahJawa Tengah (Jateng)Kota YogyakartaBantul (DI Yogyakarta)Bondowoso (Jawa Timur)Kulon Progo (DIY)Tulungagung (Jawa Timur)Gorontalo (Sulawesi Utara)Apa Itu Leptospirosis?Pencegahan bagi Masyarakat

Perkembangan Kasus per Daerah

Jawa Tengah (Jateng)

Provinsi ini mencatat 859 kasus suspek leptospirosis hingga 4 Juli 2025—menjadikannya wilayah dengan angka tertinggi secara nasional. Yogyakarta di urutan kedua dengan 620 kasus suspek; Jawa Timur mencatat 409 kasus, disusul Jawa Barat 160 kasus dan Banten 124 kasus.

Kota Yogyakarta

Dinas Kesehatan melaporkan 19 kasus leptospirosis hingga awal Juli, dengan 6 orang meninggal dunia—fatalitas cukup tinggi karena pasien terlambat ditangani.

Bantul (DI Yogyakarta)

Kasus mencapai 162—tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Belum ada korban meninggal berkat deteksi cepat.

Bondowoso (Jawa Timur)

14 kasus dengan 2 kematian; sebagian besar terlambat ke fasilitas kesehatan.

Baca juga

Ketua PMI Kabupaten Sanggau mengajak , Dengan Diresmikan Gedung Baru Dapat Membangkitkan Semangat Para Pendonor untuk Membantu Sesama 
TBC dan HIV di Kabupaten Sanggau Menjadi Masalah Serius Peningkatan Kapasitas Faskes diperlukan
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong gandeng UDD PMI Sanggau lakukan Donor Darah ,Menyambut HUT RI ke 79 dan Hari Pengayoman ke 79

Kulon Progo (DIY)

8 kasus, 2 kematian, tersebar di Nanggulan dan Girimulyo.

- Advertisement -

Tulungagung (Jawa Timur)

3 kematian pada awal tahun, semua datang dalam kondisi kritis.

Gorontalo (Sulawesi Utara)

53 kasus dan 4 kematian, wabah pertama di wilayah ini.


Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penularan biasanya melalui kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi urin hewan terinfeksi—terutama tikus. Bakteri dapat masuk lewat luka terbuka, selaput lendir mata, hidung, atau mulut, bahkan kulit yang lecet.

Gejala awal sering mirip flu atau demam berdarah:

  • Demam tinggi mendadak

  • Sakit kepala hebat

  • Nyeri otot, terutama di betis dan punggung

  • Mata merah

  • Mual, muntah, atau diare

Jika tidak segera diobati, leptospirosis dapat menyebabkan gagal ginjal, kerusakan hati, meningitis, atau kematian.


Pencegahan bagi Masyarakat

Pakar kesehatan menegaskan bahwa pencegahan lebih efektif daripada pengobatan. Beberapa langkah penting:

  1. Jaga kebersihan lingkungan: Buang sampah pada tempatnya, hindari genangan air yang bisa jadi habitat tikus.

  2. Gunakan alat pelindung diri: Pakai sepatu bot dan sarung tangan saat bekerja di sawah, selokan, atau area banjir.

  3. Tutup luka sebelum beraktivitas: Luka terbuka adalah jalur utama masuknya bakteri.

  4. Hindari berenang atau bermain di air banjir.

  5. Kontrol populasi tikus: Bersihkan rumah dan gudang secara rutin.

  6. Konsumsi makanan dan minuman yang bersih: Pastikan air minum dimasak hingga mendidih.

  7. Periksa kesehatan segera jika mengalami demam tinggi setelah kontak dengan lingkungan berisiko.


Lonjakan kasus leptospirosis di berbagai wilayah Indonesia pada 2025 adalah peringatan serius. Fatalitas tinggi di beberapa daerah membuktikan bahwa deteksi dini dan edukasi masyarakat sangat penting. Jika pola musiman dan curah hujan tinggi terus berlanjut, koordinasi antarinstansi menjadi kunci mencegah lebih banyak korban.

TAG:Lonjakan LeptospirosisWaspada Leptospirosis
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Gandeng PMI Sanggau, ANTAM Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Sinergi PT GKM dan AJS Bantu Pemkab Sanggau Atasi Dampak Kabut Asap
Sentuh Masyarakat Dusun Periji, Kades Pana Apresiasi Kegigihan Polres Sanggau Cegah Karhutla dan Bantu Warga
Dukung Kesejahteraan Warga Noyan, CSR PT GKM Bersinergi dengan TNI Bangun Jembatan Armco Sungai Dangin
Ringankan Beban Tim Karhutla, P2D Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan Logistik

Berita Menarik Lainnya

Dinkes Sanggau Uji Sampel Makanan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Aman Dikonsumsi
10 bulan lalu
IQ Bukan Sekadar Angka: Begini Cara Menumbuhkan Kecerdasan Anak Sejak Dini, dan Mitos yang Perlu Anda Tahu
11 bulan lalu
Musim Hujan Datang: Waspada Wabah Tersembunyi — Dari Demam Berdarah sampai Leptospirosis
12 bulan lalu
Dari Bioink ke Organ: Bagaimana Bioprinting Bisa Menjadi Revolusi Transplantasi dan Penelitian Kanker
12 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar