Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Bea Cukai Kalbar Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Pakaian Bekas di Perbatasan Entikong
    5 jam lalu
    Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
    5 jam lalu
    Serap Aspirasi di Kecamatan Jangkang, Alfonsus Masgio Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026
    16 jam lalu
    Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
    16 jam lalu
    PNS Tugas Belajar Wajib Tahu! BKPSDM Gelar Evaluasi Masa Studi yang Segera Berakhir
    16 jam lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kesehatan > Waspada Leptospirosis: Lonjakan Kasus dan Korban Tewas Terjadi di Sejumlah Daerah Indonesia
Kesehatan

Waspada Leptospirosis: Lonjakan Kasus dan Korban Tewas Terjadi di Sejumlah Daerah Indonesia

VIVM
Diperbarui: 13/08/2025 0:00
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 12 Agustus 2025, Indonesia kembali dikejutkan oleh peningkatan tajam kasus leptospirosis—penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan lingkungan tercemar—di berbagai wilayah tiap musim hujan. Berikut adalah situasi terkini berdasarkan laporan terbaru dari media nasional dan sumber resmi:

Konten
Perkembangan Kasus per DaerahJawa Tengah (Jateng)Kota YogyakartaBantul (DI Yogyakarta)Bondowoso (Jawa Timur)Kulon Progo (DIY)Tulungagung (Jawa Timur)Gorontalo (Sulawesi Utara)Apa Itu Leptospirosis?Pencegahan bagi Masyarakat

Perkembangan Kasus per Daerah

Jawa Tengah (Jateng)

Provinsi ini mencatat 859 kasus suspek leptospirosis hingga 4 Juli 2025—menjadikannya wilayah dengan angka tertinggi secara nasional. Yogyakarta di urutan kedua dengan 620 kasus suspek; Jawa Timur mencatat 409 kasus, disusul Jawa Barat 160 kasus dan Banten 124 kasus.

Kota Yogyakarta

Dinas Kesehatan melaporkan 19 kasus leptospirosis hingga awal Juli, dengan 6 orang meninggal dunia—fatalitas cukup tinggi karena pasien terlambat ditangani.

Bantul (DI Yogyakarta)

Kasus mencapai 162—tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Belum ada korban meninggal berkat deteksi cepat.

Bondowoso (Jawa Timur)

14 kasus dengan 2 kematian; sebagian besar terlambat ke fasilitas kesehatan.

Baca juga

Pastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan Polsek Jangkang datangi beberapa Sekolah lakukan Pendataan 
Waspada! Kemarau Panjang dan Panas Terik di Kota Sanggau Ancam Kesehatan Masyarakat
PTPN IV PalmCo Optimis Tekan 40% Emisi di 2030 dan mempercepat net zero emission sebelum 2060.

Kulon Progo (DIY)

8 kasus, 2 kematian, tersebar di Nanggulan dan Girimulyo.

- Advertisement -

Tulungagung (Jawa Timur)

3 kematian pada awal tahun, semua datang dalam kondisi kritis.

Gorontalo (Sulawesi Utara)

53 kasus dan 4 kematian, wabah pertama di wilayah ini.


Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penularan biasanya melalui kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi urin hewan terinfeksi—terutama tikus. Bakteri dapat masuk lewat luka terbuka, selaput lendir mata, hidung, atau mulut, bahkan kulit yang lecet.

Gejala awal sering mirip flu atau demam berdarah:

  • Demam tinggi mendadak

  • Sakit kepala hebat

  • Nyeri otot, terutama di betis dan punggung

  • Mata merah

  • Mual, muntah, atau diare

Jika tidak segera diobati, leptospirosis dapat menyebabkan gagal ginjal, kerusakan hati, meningitis, atau kematian.


Pencegahan bagi Masyarakat

Pakar kesehatan menegaskan bahwa pencegahan lebih efektif daripada pengobatan. Beberapa langkah penting:

  1. Jaga kebersihan lingkungan: Buang sampah pada tempatnya, hindari genangan air yang bisa jadi habitat tikus.

  2. Gunakan alat pelindung diri: Pakai sepatu bot dan sarung tangan saat bekerja di sawah, selokan, atau area banjir.

  3. Tutup luka sebelum beraktivitas: Luka terbuka adalah jalur utama masuknya bakteri.

  4. Hindari berenang atau bermain di air banjir.

  5. Kontrol populasi tikus: Bersihkan rumah dan gudang secara rutin.

  6. Konsumsi makanan dan minuman yang bersih: Pastikan air minum dimasak hingga mendidih.

  7. Periksa kesehatan segera jika mengalami demam tinggi setelah kontak dengan lingkungan berisiko.


Lonjakan kasus leptospirosis di berbagai wilayah Indonesia pada 2025 adalah peringatan serius. Fatalitas tinggi di beberapa daerah membuktikan bahwa deteksi dini dan edukasi masyarakat sangat penting. Jika pola musiman dan curah hujan tinggi terus berlanjut, koordinasi antarinstansi menjadi kunci mencegah lebih banyak korban.

TAG:Lonjakan LeptospirosisWaspada Leptospirosis
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dari Tari Kreasi hingga Pelatihan Bikin Bakcang, Intip Keseruan Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026
Kejagung Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp40 Miliar ke Eks Anggota DPR RI dalam Kasus Bauksit Kalbar
Kebakaran di Gg Bhakti Sanggau, Satu Rumah Hangus Dipicu Korek Api
Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
Bawa Narkoba Jenis Sabu, Seorang Pria AS, Diciduk Anggota Polsek Kembayan

Berita Menarik Lainnya

Dinkes Sanggau Uji Sampel Makanan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Aman Dikonsumsi
7 bulan lalu
IQ Bukan Sekadar Angka: Begini Cara Menumbuhkan Kecerdasan Anak Sejak Dini, dan Mitos yang Perlu Anda Tahu
8 bulan lalu
Musim Hujan Datang: Waspada Wabah Tersembunyi — Dari Demam Berdarah sampai Leptospirosis
9 bulan lalu
Dari Bioink ke Organ: Bagaimana Bioprinting Bisa Menjadi Revolusi Transplantasi dan Penelitian Kanker
9 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar