Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    1 minggu lalu
    Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
    1 minggu lalu
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    1 minggu lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    2 minggu lalu
    Peduli Kesehatan, PMI Kabupaten Sanggau Bersama Relawan Bagikan 1.000 Masker dan Air Bersih
    2 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kalimantan Barat > Sanggau > Melindungi Hak dan Lingkungan: Seminar di Sanggau Bahas Pengakuan MHA Dayak di Tengah Ekspansi Perkebunan-Tambang
Sanggau

Melindungi Hak dan Lingkungan: Seminar di Sanggau Bahas Pengakuan MHA Dayak di Tengah Ekspansi Perkebunan-Tambang

kornelis
Diperbarui: 23/10/2025 14:10
kornelis
11 bulan lalu
Bagikan

Sanggau,Haloklbar.com
Komisi Keadilan dan Perdamaian–Pastoral Migran dan Perantau (KKP-PMP) bersama Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Sanggau menyelenggarakan Seminar Sehari yang sukses menarik perhatian publik di Aula Santa Benedetta, Paroki SMBP Bunut.

Dengan tema yang sangat relevan, “Mari Menjaga Tanah dan Air serta Hutan Kita, Jangan Warisi Anak Cucu dengan Air Mata, Warislah Mata Air dan Tanah serta Hutan”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi aktif umat serta masyarakat luas dalam menjaga kelestarian tanah, air, dan hutan.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang mumpuni:

* Bapak Paolus Hadi, S.I.P., M.Si., Anggota DPR RI Komisi IV yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan. Beliau memaparkan kebijakan nasional, serta peluang sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan Gereja dalam upaya pelestarian lingkungan.

* Ibu Dr. Marina Rona, S.H., M.H., Kabag Hukum SETDA Kabupaten Sanggau dan pakar hukum Adat. Beliau memberikan perspektif akademik dan praktis mengenai perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA).

* Bapak Thadeus Yus, S.H., M.P.A., pemerhati lingkungan, yang turut memberikan pandangan praktis mengenai perlindungan sumber daya alam.

Ancaman Globalisasi dan Pengakuan MHA Jadi Fokus
Dr. Marina Rona memaparkan materi utama tentang “Upaya Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (Dayak) di Tengah Arus Globalisasi”.

Dalam presentasinya, ditekankan bahwa MHA memiliki peran krusial dalam pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan melalui local wisdom atau kearifan lokal yang mereka miliki.

Namun, eksistensi nilai dan hak-hak MHA menghadapi ancaman serius dari dampak negatif globalisasi, terutama laju perkembangan sektor perkebunan dan tambang yang masif.

Dampak nyata dari ancaman tersebut termasuk tergerusnya nilai-nilai lokal, terjadinya pengambilalihan tanah adat, serta marginalisasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Untuk mengatasi tantangan ini, Dr. Marina Rona menegaskan pentingnya upaya pengakuan dan perlindungan hukum agar identitas dan hak MHA tetap lestari, yang dapat dilakukan melalui pengakuan hukum MHA, pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan budaya, dan advokasi publik.

Dalam konteks lokal, Kabupaten Sanggau telah menunjukkan komitmen nyata.

Hingga saat ini, sebanyak 8 MHA di Sanggau telah ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati, dengan total luas wilayah adat yang diakui mencapai puluhan ribu hektar, termasuk MHA Tae di Desa Tae dan MHA Sisang Kampung Segumon.

Seminar ini menyimpulkan bahwa sinergisitas antara Negara, MHA, dan publik menjadi kunci untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, serta memastikan keberlanjutan masa depan lingkungan dan hak-hak adat. Penguatan hukum adat baik di tingkat nasional maupun daerah juga menjadi solusi yang disoroti untuk mengatasi tantangan tersebut.(***)

Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

SE Larangan Bakar Lahan Diprotes DAD Pontianak, Dinilai Tabrak UU dan Perda Kearifan Lokal
Tolak Instruksi Presiden Prabowo, Gerdayak Sanggau dan Wagub Kalbar Pasang Badan Bela Peladang
Suarakan Nasib Peladang Sanggau, DAD Bonti: Melarang Tanpa Solusi Memicu Krisis Pangan
Seru! Panjat Pinang di Sungai Mengkiang yang Surut, Warga Jangkang Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gembira
Gandeng PMI Sanggau, ANTAM Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla

Berita Menarik Lainnya

Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
1 minggu lalu
Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
1 minggu lalu
Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
1 minggu lalu
49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
2 minggu lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar