Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Mengapa Bendera Dayak Merah-Kuning-Biru Bukan Simbol Politik? Ini Penjelasan Naskah Akademiknya
    22 jam lalu
    Dampak Kabut Asap di Sanggau: Sekolah Diliburkan Sementara, Siswa BDR 13–14 Agustus
    1 hari lalu
    Kobarkan Semangat Nasionalisme! Intip Keseruan Para Guru SMKN 1 Sanggau Percantik Sekolah Jelang HUT RI ke-81
    1 hari lalu
    Minta Perda Kearifan Berladang Dicabut, Sekjen DAD Sanggau Reaksi Keras Statement Kepala BNPB
    2 hari lalu
    Hadiri Pelantikan Ayoung Tao Ketungau Tesaek, Anggota DPR RI Paolus Hadi Tekankan Pentingnya Perlindungan HAM dan Masyarakat Adat
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kalimantan Barat > Sanggau > Sanggau Gencarkan Evaluasi Stunting: Prevalensi Naik Jadi 23,83 Persen, Partisipasi Posyandu Kritis
Sanggau

Sanggau Gencarkan Evaluasi Stunting: Prevalensi Naik Jadi 23,83 Persen, Partisipasi Posyandu Kritis

kornelis
Diperbarui: 25/11/2025 15:08
kornelis
9 bulan lalu
Bagikan

Sanggau,Haloklbar.com– Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) TP3S III Tahun 2025 pada Selasa 25 November 2025

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Babai Cinga Kantor Bupati Sanggau ini menjadi momen krusial untuk mengevaluasi capaian kinerja dan merumuskan strategi intervensi yang lebih terfokus dalam menyongsong tahun anggaran baru.

Rapat dipimpin oleh Shopiar Juliansyah, Sekretaris TP3S Kabupaten Sanggau yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Bapperida Sanggau.

Visi SDM Unggul Terhambat Prevalensi Stunting
Dalam pengantarnya, Shopiar Juliansyah menekankan bahwa percepatan penurunan stunting adalah langkah fundamental dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan produktif. Hal ini merupakan bagian integral dari pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan selaras dengan Visi Kabupaten Sanggau Maju Berkelanjutan dan Berkeadilan.

“Prevalensi stunting menjadi salah satu indikator kinerja daerah yang menjadi tolak ukur keberhasilan misi kami dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia yang unggul,” ujar Shopiar.

Data Kritis: Stunting Melonjak, Posyandu Sepi
Shopiar mengungkapkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau per September 2025 yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan:

Peningkatan Prevalensi: Angka prevalensi stunting Kabupaten Sanggau mengalami kenaikan signifikan, tercatat 23,83 persen per September 2025. Angka ini meningkat dari tahun 2024 yang berada di level 21,30 persen.

Partisipasi Posyandu Rendah: Partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu masih jauh dari target minimal 50 persen, hanya berada di angka 35,30 persen. Sementara, jumlah balita yang tercatat di Posyandu mencapai 35.186 balita.

Identifikasi kasus juga menunjukkan konsentrasi stunting tertinggi berada di Kecamatan Kapuas (459 kasus) dan Kecamatan Bonti (287 kasus). Secara spesifik, kasus tertinggi terpusat di Desa Sape, Kecamatan Jangkang (82 kasus) dan Desa Bantai, Kecamatan Bonti (74 kasus).

Menyikapi peningkatan kasus dan rendahnya partisipasi Posyandu, Shopiar Juliansyah mendesak adanya upaya perbaikan segera.

“Berdasarkan data tersebut, perlu dilakukan upaya perbaikan di antaranya pendataan dan intervensi program, serta pendanaan baik di tingkat kabupaten dan kecamatan secara umum, serta desa khususnya,” jelasnya.

Shopiar menekankan pentingnya validitas data karena penentuan intervensi program dan pendanaan di tahun mendatang harus tepat sasaran, efektif, dan efisien.

“Data ini akan digunakan oleh perangkat daerah untuk menyusun program dan kegiatan serta pendanaan yang akan termuat dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Sanggau tahun 2025–2029,” tutupnya.

Rakor TP3S III ini diharapkan menjadi landasan bagi penentuan kebijakan strategis untuk mengoreksi tren peningkatan stunting dan memperkuat sinergi program intervensi spesifik dan sensitif hingga ke tingkat akar rumput di Kabupaten Sanggau.(***)

Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Pererat Silaturahmi, Pengurus Gardayak Sanggau Kunjungi Tokoh Masyarakat Paolus Hadi
Dugaan Pencemaran Sungai Lape oleh PT SBW, DLH Sanggau Tunggu Hasil Uji Lab
Kebakaran di Desa Semuntai Sanggau, Berawal dari Percikan Api Mesin Genset

Berita Menarik Lainnya

Dampak Kabut Asap di Sanggau: Sekolah Diliburkan Sementara, Siswa BDR 13–14 Agustus
1 hari lalu
Kobarkan Semangat Nasionalisme! Intip Keseruan Para Guru SMKN 1 Sanggau Percantik Sekolah Jelang HUT RI ke-81
1 hari lalu
Minta Perda Kearifan Berladang Dicabut, Sekjen DAD Sanggau Reaksi Keras Statement Kepala BNPB
2 hari lalu
Kanim Sanggau Gandeng Komisi XIII DPR RI, Perkuat Sarpras Imigrasi dan Proteksi PMI di Perbatasan
3 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar