Sanggau, Haloklbar.com – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “Gas Melon” mulai melanda Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Kondisi ini diperparah dengan lonjakan harga yang signifikan, bahkan di tingkat pengecer sudah menyentuh angka Rp40.000 per tabung.
Pasokan ke Pangkalan Menurun Drastis
Selain kelangkaan yang dirasakan masyarakat, pasokan gas bersubsidi ini ke pangkalan juga dilaporkan mengalami penurunan.
Salah seorang pemilik pangkalan di Kabupaten Sanggau, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan adanya perubahan jadwal dan kuantitas distribusi yang diterima.
“Biasanya pasokan datang dua minggu sekali. Sekarang sudah berubah jadi satu minggu sekali, itupun hanya setiap hari Kamis saja,” ungkap sumber tersebut, menunjukkan adanya pengurangan frekuensi dan kemungkinan volume pasokan yang diterima pangkalan.pada 10 Desember 2025
Dugaan Penyelewengan Mencuat
Kelangkaan ini berbarengan dengan temuan dugaan aktivitas ilegal yang berpotensi menjadi penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan hak gas bersubsidi.
Tim Haloklbar.com sebelumnya menemukan adanya aktivitas bongkar muat mencurigakan yang diduga ilegal terhadap tabung gas melon 3 kg.
Aktivitas tersebut terpantau terjadi di belakang Rumah Betang, Kabupaten Sanggau.
Temuan penyelewengan ini menambah daftar panjang masalah distribusi, yang pada akhirnya memicu krisis pasokan di tingkat konsumen.(***)
Elpiji 3 Kg Langka di Sanggau, Harga Tembus Rp40 Ribu di Tingkat Pengecer
Bagikan
