Pontianak, Haloklbar.com – Menutup lembaran tahun 2025, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Barat melakukan refleksi mendalam mengenai eksistensi dan tantangan industri media lokal.
Hingga akhir tahun ini, tercatat sebanyak 42 perusahaan media online telah bernaung di bawah bendera SMSI Kalbar.
Ketua SMSI Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Khusyairi, mengungkapkan bahwa ke-42 media tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalbar. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota merupakan perusahaan resmi berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) yang khusus bergerak di bidang penerbitan media siber.
“Fakta ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada komitmen dan pengorbanan para pemilik media lokal. Mereka memulai dari nol, memenuhi kewajiban pajak, hingga patuh pada regulasi daerah demi membangun perusahaan pers yang sah dan profesional,” ujar Khusyairi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/12/2025).
Meski secara kuantitas terus bertumbuh, Khusyairi memberikan catatan kritis terkait dukungan pemerintah daerah. Ia menilai perhatian pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, masih minim terhadap keberlangsungan media siber lokal.
Menurutnya, hal ini terlihat dari kebijakan kerja sama publikasi dan periklanan yang belum optimal berpihak pada media lokal. Padahal, media lokal memiliki peran krusial sebagai mitra strategis dalam menyampaikan kebijakan publik dan menjaga demokrasi.
“Akibatnya, tidak sedikit perusahaan media anggota SMSI Kalbar yang masih berjalan tertatih. Bukan karena kurang semangat, melainkan karena keterbatasan ekosistem yang belum sepenuhnya berpihak pada pertumbuhan media lokal,” akunya secara jujur.
Khusyairi mendorong agar media siber lokal dipandang sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM) di sektor publikasi. Media-media ini menurutnya berperan aktif menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan roda ekonomi di daerah masing-masing.
“Ketika media lokal tumbuh, daerah pun ikut kuat secara informasi dan partisipasi publik,” tambahnya.
Menyongsong tahun 2026, SMSI Kalbar berkomitmen untuk terus memperkuat konsolidasi internal dan mendorong profesionalisme anggota.
Khusyairi optimistis bahwa media yang dikelola secara sah dan beretika akan mampu bertahan di tengah persaingan global.
Ia berharap tahun depan akan terbangun kesadaran kolektif dari para pemangku kepentingan bahwa media siber lokal adalah mitra strategis, bukan sekadar pelengkap.
“Tahun 2025 mengajarkan kami tentang keteguhan. Tahun-tahun ke depan akan kami hadapi dengan semangat kolaborasi dan optimisme,” pungkasnya.(***)
Ketua SMSI Kalbar Sayangkan Minimnya Dukungan Pemerintah Terhadap Media Lokal di 2025
Bagikan
