Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
    2 hari lalu
    Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
    2 hari lalu
    Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
    2 hari lalu
    Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
    3 hari lalu
    Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton
    Vaksin Rabies dan ASF Kosong di Sanggau, Hanya Vaksin Ayam yang Aman
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Mahasiswa Turun Lagi: ‘17+8’ Ditagih — Menkeu Baru Diminta Mundur
Nasional

Mahasiswa Turun Lagi: ‘17+8’ Ditagih — Menkeu Baru Diminta Mundur

VIVM
Diperbarui: 09/09/2025 22:37
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 9 September 2025 — Gelombang aksi mahasiswa kembali memusatkan perhatian di Gedung DPR/MPR hari ini. Massa dari berbagai kampus—dipimpin BEM UI, BEM UIN, BEM UNPAD dan aliansi mahasiswa lain—menyerahkan secara langsung dokumen tuntutan “17+8 Tuntutan Rakyat” sekaligus menagih janji DPR. Dalam aksinya, mereka juga menuntut pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru dilantik dan dinilai “meremehkan” aspirasi rakyat setelah pernyataannya soal 17+8 viral.

“17+8” adalah rangkuman tuntutan yang disusun oleh koalisi civil society dan gerakan mahasiswa selama gelombang protes Agustus 2025: 17 tuntutan jangka pendek (harus dipenuhi cepat—mis. pembentukan tim independen investigasi korban kekerasan, pembekuan kenaikan tunjangan DPR, jaminan hak berkumpul) dan 8 tuntutan jangka panjang (reformasi struktural—mis. reformasi perpajakan, reforma partai politik, reformasi sektor keamanan). Gerakannya cepat viral dan menjadi pedoman aksi mahasiswa di berbagai daerah.

Massa tiba siang dan mendesak agar DPR segera mengeluarkan kebijakan konkret sesuai 17+8. Aksi relatif tertib: orasi, pembacaan tuntutan, penyerahan dokumen, serta pemasangan spanduk. Namun beberapa momen memanas saat mahasiswa mengecam respons DPR yang dinilai lamban dan alat peredam yang cuma “seremonial”. Beberapa perwakilan mahasiswa sempat diterima oleh anggota DPR untuk dialog singkat.

Tuntutan mundur terhadap Menkeu Purbaya muncul setelah pernyataan publiknya yang menyebut (dan kemudian meluruskan/memaafkan diri) bahwa tuntutan 17+8 adalah “suara sebagian kecil rakyat” — ucapan yang dianggap merendahkan gerakan massa dan mengabaikan penderitaan ekonomi rakyat. BEM UI secara tegas menyatakan bahwa pelantikan Purbaya “menyakitkan” dan menuntut agar Presiden mencopot Menkeu demi meredam krisis kepercayaan publik.

Parlemen sudah merilis respons awal: DPR pada 5 September mengeluarkan keputusan enam poin sebagai jawaban darurat terhadap 17+8 — termasuk pembekuan tunjangan perumahan anggota DPR dan penghentian kunjungan kerja luar negeri non-esensial. Namun para mahasiswa menilai keputusan itu belum memenuhi substansi tuntutan dan banyak yang hanya bersifat administratif/retoris. Pemerintah menyatakan akan menindaklanjuti beberapa tuntutan, tetapi juga memperingatkan agar aksi berjalan damai.

Baca juga

AKP Sutikno ikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Gandeng PMI UDD Sanggau, Polres Sanggau Gelar Asksi Donor Darah Peringati Hari Bhayangkara ke-79
PANRB Buka Pendaftaran untuk ASN di tahun 2023, Khusus Sekolah Kedinasan Catat Ini Tanggal nya

Di media sosial, tagar yang mendukung tuntutan mahasiswa menyebar luas — tokoh publik, influencer, dan aktivis diaspora ikut mengampanyekan ringkasan 17+8. Sebaliknya, ada juga narasi yang memperingatkan soal gangguan ekonomi bila tuntutan dipenuhi tanpa kajian rinci. Perdebatan ini menambah tekanan politik di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar yang sensitif pada perubahan kabinet baru-baru ini.

- Advertisement -
TAG:Menkeu Baru di minta mundurPenuhi 17+8Unjuk Rasa Mahasiswa
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Penadah Emas Ilegal di Nanga Serawai
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
2 bulan lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
3 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
3 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
3 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar