Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Bea Cukai Kalbar Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Pakaian Bekas di Perbatasan Entikong
    7 jam lalu
    Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
    8 jam lalu
    Serap Aspirasi di Kecamatan Jangkang, Alfonsus Masgio Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026
    19 jam lalu
    Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
    19 jam lalu
    PNS Tugas Belajar Wajib Tahu! BKPSDM Gelar Evaluasi Masa Studi yang Segera Berakhir
    19 jam lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Mahasiswa Turun Lagi: ‘17+8’ Ditagih — Menkeu Baru Diminta Mundur
Nasional

Mahasiswa Turun Lagi: ‘17+8’ Ditagih — Menkeu Baru Diminta Mundur

VIVM
Diperbarui: 09/09/2025 22:37
VIVM
10 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 9 September 2025 — Gelombang aksi mahasiswa kembali memusatkan perhatian di Gedung DPR/MPR hari ini. Massa dari berbagai kampus—dipimpin BEM UI, BEM UIN, BEM UNPAD dan aliansi mahasiswa lain—menyerahkan secara langsung dokumen tuntutan “17+8 Tuntutan Rakyat” sekaligus menagih janji DPR. Dalam aksinya, mereka juga menuntut pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru dilantik dan dinilai “meremehkan” aspirasi rakyat setelah pernyataannya soal 17+8 viral.

“17+8” adalah rangkuman tuntutan yang disusun oleh koalisi civil society dan gerakan mahasiswa selama gelombang protes Agustus 2025: 17 tuntutan jangka pendek (harus dipenuhi cepat—mis. pembentukan tim independen investigasi korban kekerasan, pembekuan kenaikan tunjangan DPR, jaminan hak berkumpul) dan 8 tuntutan jangka panjang (reformasi struktural—mis. reformasi perpajakan, reforma partai politik, reformasi sektor keamanan). Gerakannya cepat viral dan menjadi pedoman aksi mahasiswa di berbagai daerah.

Massa tiba siang dan mendesak agar DPR segera mengeluarkan kebijakan konkret sesuai 17+8. Aksi relatif tertib: orasi, pembacaan tuntutan, penyerahan dokumen, serta pemasangan spanduk. Namun beberapa momen memanas saat mahasiswa mengecam respons DPR yang dinilai lamban dan alat peredam yang cuma “seremonial”. Beberapa perwakilan mahasiswa sempat diterima oleh anggota DPR untuk dialog singkat.

Tuntutan mundur terhadap Menkeu Purbaya muncul setelah pernyataan publiknya yang menyebut (dan kemudian meluruskan/memaafkan diri) bahwa tuntutan 17+8 adalah “suara sebagian kecil rakyat” — ucapan yang dianggap merendahkan gerakan massa dan mengabaikan penderitaan ekonomi rakyat. BEM UI secara tegas menyatakan bahwa pelantikan Purbaya “menyakitkan” dan menuntut agar Presiden mencopot Menkeu demi meredam krisis kepercayaan publik.

Parlemen sudah merilis respons awal: DPR pada 5 September mengeluarkan keputusan enam poin sebagai jawaban darurat terhadap 17+8 — termasuk pembekuan tunjangan perumahan anggota DPR dan penghentian kunjungan kerja luar negeri non-esensial. Namun para mahasiswa menilai keputusan itu belum memenuhi substansi tuntutan dan banyak yang hanya bersifat administratif/retoris. Pemerintah menyatakan akan menindaklanjuti beberapa tuntutan, tetapi juga memperingatkan agar aksi berjalan damai.

Baca juga

Imigrasi Entikong Cekal Keberangkatan Marimutu Sinivasen Ke Kuching Malaysia terkait tidak Memenuhi Kewajiban terhadap Piutang Negara
TikTok Kembali ‘Aman’: Komdigi Cabut Pembekuan Usai Platform Kirim Data Siaran Langsung
Malam Ramah-tamah Bupati Sanggau Serahkan Cindra Mata Batik Sabang Merah Kepada Para Uskup Agung

Di media sosial, tagar yang mendukung tuntutan mahasiswa menyebar luas — tokoh publik, influencer, dan aktivis diaspora ikut mengampanyekan ringkasan 17+8. Sebaliknya, ada juga narasi yang memperingatkan soal gangguan ekonomi bila tuntutan dipenuhi tanpa kajian rinci. Perdebatan ini menambah tekanan politik di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar yang sensitif pada perubahan kabinet baru-baru ini.

- Advertisement -
TAG:Menkeu Baru di minta mundurPenuhi 17+8Unjuk Rasa Mahasiswa
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dari Tari Kreasi hingga Pelatihan Bikin Bakcang, Intip Keseruan Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026
Kejagung Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp40 Miliar ke Eks Anggota DPR RI dalam Kasus Bauksit Kalbar
Kebakaran di Gg Bhakti Sanggau, Satu Rumah Hangus Dipicu Korek Api
Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
Bawa Narkoba Jenis Sabu, Seorang Pria AS, Diciduk Anggota Polsek Kembayan

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
19 jam lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
2 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
2 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
2 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar