Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    1 minggu lalu
    Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
    1 minggu lalu
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    2 minggu lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    2 minggu lalu
    Peduli Kesehatan, PMI Kabupaten Sanggau Bersama Relawan Bagikan 1.000 Masker dan Air Bersih
    2 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Dari Harapan Jadi Malapetaka: Ibu Hamil dan Menyusui Ikut Keracunan MBG
Nasional

Dari Harapan Jadi Malapetaka: Ibu Hamil dan Menyusui Ikut Keracunan MBG

VIVM
Diperbarui: 27/09/2025 22:51
VIVM
12 bulan lalu
Bagikan

Sabtu, 27 September 2025 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk menanggulangi malnutrisi kini berujung pada krisis kepercayaan: bukan hanya pelajar, sejumlah ibu hamil dan ibu menyusui di beberapa daerah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket MBG — memaksa Badan Gizi Nasional (BGN), dinas kesehatan, BPOM, dan aparat penegak hukum bergerak cepat untuk mencari penyebab.


Insiden terbaru tercatat di wilayah Bandung Barat (Cipongkor) dan sejumlah daerah lain—Bandung Barat melaporkan ratusan korban, termasuk ibu menyusui yang harus mendapatkan perawatan di posko kesehatan setempat; sementara di Banggai dan Ketapang ratusan siswa juga terkena dampak dan menu yang dicurigai sudah dikirim untuk pengujian laboratorium. BGN telah menurunkan tim investigasi ke lokasi-lokasi terdampak.


Ibu hamil dan ibu menyusui lebih rentan terhadap efek toksin dan gangguan gizi: perubahan fisiologis kehamilan (mis. imunitas & metabolisme yang berubah) membuat reaksi terhadap kontaminan makanan bisa berbeda dan berisiko pada janin atau bayi menyusu. Paparan toksin tertentu juga dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan bayi; karena itu kasus yang melibatkan kelompok ini mendapat perhatian khusus dari Kemenkes dan organisasi medis.


Penyelidikan saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM dan lembaga terkait. Dugaan sementara di beberapa lokasi meliputi kontaminasi bakteri/pathogen, praktek pengolahan yang buruk, atau bahan baku yang tidak sesuai standar (mis. ikan atau produk olahan yang kedaluwarsa). BGN menyebut sampel makanan dari Banggai akan dikirim ke BPOM Palu untuk uji lebih lanjut. Sementara itu Bareskrim memberi asistensi pada polda-polda yang menangani kasus ini agar pengumpulan bukti dan forensik pangan berjalan seragam.


BGN meminta maaf dan menerjunkan tim pengawas keamanan pangan; mereka juga menerapkan SOP baru—mewajibkan sertifikasi koki SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan pendampingan di dapur mitra—serta menghentikan operasi dapur yang dicurigai sampai audit selesai. Kemenkes dan BPOM ikut serta mengambil sampel dan memantau kondisi korban di posko kesehatan. Bareskrim Polri menyatakan akan memberikan asistensi teknis agar penanganan kasus lintas wilayah berjalan terkoordinasi.

Baca juga

Peduli Lansia, Danramil Tayan Hulu Bagikan Sembako
Frangky Johanis Reami Menjadi Ketua SMSI Kabupaten Rote Ndao periode 2022-2027
Prabowo Anugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama: Puan, Dasco & Ahmad Muzani Terima Tanda Jasa — Respons Publik Beragam

“Saya diberi paket MBG, lalu segera pusing dan muntah. Saya menyusui bayi, jadi khawatir kalau apa yang saya makan memengaruhi ASI,” kata salah satu ibu menyusui yang dievakuasi di Cipongkor. Kelompok orang tua meminta transparansi tentang bahan baku, pemasok, dan proses kontrol kualitas sebelum program dilanjutkan. Tekanan emosional juga tinggi: selain kesehatan, stigma dan rasa takut mengonsumsi bantuan gizi menjadi ancaman bagi tujuan program.

- Advertisement -

Data sementara yang beredar menunjukkan celah besar dalam sertifikasi dan higiene dapur: Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut dari ribuan dapur MBG hanya puluhan yang tercatat memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) — sebuah indikator penting yang kini jadi fokus audit. Praktik pengadaan bahan, rantai dingin, pelatihan tenaga dapur, dan prosedur distribusi menjadi titik lemah potensial yang harus diperbaiki.


Selain efek kesehatan akut, kasus ini bisa mengikis kepercayaan masyarakat pada program yang dimaksudkan untuk menurunkan stunting dan kekurangan gizi. Jika kepercayaan runtuh, partisipasi keluarga menurun dan target gizi nasional bisa terganggu. Di sisi lain, kegagalan pengawasan juga membuka risiko hukum dan politis bagi pihak penyelenggara dan mitra penyedia.

TAG:Ibu Hamil dan Bayi jadi KorbanIbu Hamil Keracuna MBGKorban MBGKurangnya Pengawasan MBG
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Tolak Instruksi Presiden Prabowo, Gerdayak Sanggau dan Wagub Kalbar Pasang Badan Bela Peladang
Gandeng PMI Sanggau, ANTAM Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Sinergi PT GKM dan AJS Bantu Pemkab Sanggau Atasi Dampak Kabut Asap
Timotius Yance Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sanggau di Musda XI
Sentuh Masyarakat Dusun Periji, Kades Pana Apresiasi Kegigihan Polres Sanggau Cegah Karhutla dan Bantu Warga

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
3 bulan lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
5 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
5 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar