Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jalur Internasional Sanggau-Entikong Terendam Banjir, BPBD: Ketinggian Capai 50 CM
    18 jam lalu
    Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sanggau Menurun pada 2025, Kekerasan Seksual Masih Mendominasi
    2 hari lalu
    Tanggap Bencana, BPBD Sanggau Sediakan Layanan Call Center 24 Jam: Catat Nomornya!
    2 hari lalu
    Wujudkan Swasembada Pangan, Yon TP 833 Bumi Daranante Gelar Tanam Padi Perdana di Desa Lape
    2 hari lalu
    Rayakan Satu Abad, Paroki Katedral Sanggau Gelar Talkshow Inspiratif: “Belajar dari Sejarah untuk Membuat Sejarah”
    2 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Dari Harapan Jadi Malapetaka: Ibu Hamil dan Menyusui Ikut Keracunan MBG
Nasional

Dari Harapan Jadi Malapetaka: Ibu Hamil dan Menyusui Ikut Keracunan MBG

VIVM
Diperbarui: 27/09/2025 22:51
VIVM
4 bulan lalu
Bagikan

Sabtu, 27 September 2025 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk menanggulangi malnutrisi kini berujung pada krisis kepercayaan: bukan hanya pelajar, sejumlah ibu hamil dan ibu menyusui di beberapa daerah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket MBG — memaksa Badan Gizi Nasional (BGN), dinas kesehatan, BPOM, dan aparat penegak hukum bergerak cepat untuk mencari penyebab.


Insiden terbaru tercatat di wilayah Bandung Barat (Cipongkor) dan sejumlah daerah lain—Bandung Barat melaporkan ratusan korban, termasuk ibu menyusui yang harus mendapatkan perawatan di posko kesehatan setempat; sementara di Banggai dan Ketapang ratusan siswa juga terkena dampak dan menu yang dicurigai sudah dikirim untuk pengujian laboratorium. BGN telah menurunkan tim investigasi ke lokasi-lokasi terdampak.


Ibu hamil dan ibu menyusui lebih rentan terhadap efek toksin dan gangguan gizi: perubahan fisiologis kehamilan (mis. imunitas & metabolisme yang berubah) membuat reaksi terhadap kontaminan makanan bisa berbeda dan berisiko pada janin atau bayi menyusu. Paparan toksin tertentu juga dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan bayi; karena itu kasus yang melibatkan kelompok ini mendapat perhatian khusus dari Kemenkes dan organisasi medis.


Penyelidikan saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM dan lembaga terkait. Dugaan sementara di beberapa lokasi meliputi kontaminasi bakteri/pathogen, praktek pengolahan yang buruk, atau bahan baku yang tidak sesuai standar (mis. ikan atau produk olahan yang kedaluwarsa). BGN menyebut sampel makanan dari Banggai akan dikirim ke BPOM Palu untuk uji lebih lanjut. Sementara itu Bareskrim memberi asistensi pada polda-polda yang menangani kasus ini agar pengumpulan bukti dan forensik pangan berjalan seragam.


BGN meminta maaf dan menerjunkan tim pengawas keamanan pangan; mereka juga menerapkan SOP baru—mewajibkan sertifikasi koki SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan pendampingan di dapur mitra—serta menghentikan operasi dapur yang dicurigai sampai audit selesai. Kemenkes dan BPOM ikut serta mengambil sampel dan memantau kondisi korban di posko kesehatan. Bareskrim Polri menyatakan akan memberikan asistensi teknis agar penanganan kasus lintas wilayah berjalan terkoordinasi.

Baca juga

Yuvenalis Krismono Bagikan Doorprize Kepada Peserta Lato-Lato di Tayan Hulu
Viral ‘Jangan Jadi Guru Kalau Mau Kaya’: Publik Menilai Ironis di Tengah Rapor Korupsi
Prabowo Anugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama: Puan, Dasco & Ahmad Muzani Terima Tanda Jasa — Respons Publik Beragam

“Saya diberi paket MBG, lalu segera pusing dan muntah. Saya menyusui bayi, jadi khawatir kalau apa yang saya makan memengaruhi ASI,” kata salah satu ibu menyusui yang dievakuasi di Cipongkor. Kelompok orang tua meminta transparansi tentang bahan baku, pemasok, dan proses kontrol kualitas sebelum program dilanjutkan. Tekanan emosional juga tinggi: selain kesehatan, stigma dan rasa takut mengonsumsi bantuan gizi menjadi ancaman bagi tujuan program.

- Advertisement -

Data sementara yang beredar menunjukkan celah besar dalam sertifikasi dan higiene dapur: Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut dari ribuan dapur MBG hanya puluhan yang tercatat memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) — sebuah indikator penting yang kini jadi fokus audit. Praktik pengadaan bahan, rantai dingin, pelatihan tenaga dapur, dan prosedur distribusi menjadi titik lemah potensial yang harus diperbaiki.


Selain efek kesehatan akut, kasus ini bisa mengikis kepercayaan masyarakat pada program yang dimaksudkan untuk menurunkan stunting dan kekurangan gizi. Jika kepercayaan runtuh, partisipasi keluarga menurun dan target gizi nasional bisa terganggu. Di sisi lain, kegagalan pengawasan juga membuka risiko hukum dan politis bagi pihak penyelenggara dan mitra penyedia.

TAG:Ibu Hamil dan Bayi jadi KorbanIbu Hamil Keracuna MBGKorban MBGKurangnya Pengawasan MBG
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Sudah Menang Tender Rp9,2 Miliar, Jalan Kembayan-Balai Sebut Masih Rusak Parah, Warga Bertanya-tanya
Jelang Nataru, TPID Sanggau Gelar Monitoring Terpadu, Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan Aman
Sanggau Jadi Magnet Pingpong Kalbar, Atlet dari Melawi Hingga Sambas Bertarung di Kecala Cup 3
BNNK Sanggau Luncurkan Desa Bersinar di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau
Ngopi Santai, Sinergi Kuat! PLN IP UBP dan UP3 Sanggau Dekatkan Diri dengan Media Lokal

Berita Menarik Lainnya

Pertamina Patra Niaga Siap Menapaki 2026, Melayani Masyarakat Sepenuh Hati
2 hari lalu
Irzam Abdillah Terpilih sebagai Ketua Umum ISKAB Se-Nusantara
2 hari lalu
Pertamina Patra Niaga Bangun Sekolah dan Pesantren Darurat di Pidie Jaya, Pastikan Pendidikan Tak Terhenti
5 hari lalu
Target Pertahankan Gelar Juara, Jakarta Pertamina Enduro Resmi Perkenalkan Skuad Proliga 2026
5 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar