Jakarta– Haloklbar.com
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah strategis dalam mentransformasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia, Kemendikdasmen kini mewajibkan penguatan materi tentang keberagaman murid dan diferensiasi pembelajaran.
Langkah ini diambil untuk memastikan calon guru di Indonesia memiliki kompetensi untuk merancang metode ajar yang adaptif dan inklusif.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, dalam Webinar Nasional “Mendorong Pendidikan Inklusif melalui Transformasi Pendidikan Guru” pekan lalu, menegaskan komitmen pemerintah. “LPTK berperan penting dalam menyiapkan calon guru yang profesional dan kompeten untuk mendidik di tengah keberagaman,” ujarnya.
Transformasi ini tidak hanya berfokus pada materi bagi mahasiswa, tetapi juga menyentuh aspek penguatan pengajar. LPTK kini juga memberikan pelatihan khusus bagi para dosen dan guru pamong agar mampu mendampingi calon guru secara efektif dalam menghadapi beragam konteks keragaman di kelas.
Penguatan materi ini menjadi wujud nyata komitmen Kemendikdasmen untuk membangun sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, adil, dan berkualitas.
Diharapkan, melalui program PPG yang baru ini, Indonesia tidak hanya melahirkan guru yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merangkul setiap peserta didik tanpa terkecuali, memastikan mereka semua mendapatkan pendidikan yang bermakna dan relevan.
Kolaborasi antara pemerintah, LPTK, dan mitra pembangunan, seperti KPGIA, dinilai sebagai kunci untuk memperkuat ekosistem pendidikan guru. Dengan demikian, ekosistem pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan, di mana setiap anak berhak mendapatkan hak pendidikan yang sama.
Sumber : Puslapdik Kemndikdasmen
Publis : Haloklbar.com
