Sanggau,Halokalbar.com – Kabupaten Sanggau terus memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui inisiatif berbasis potensi lokal. Melalui Program Food Systems, Land Use and Restoration (FOLUR), warga kini didorong untuk mengoptimalkan limbah kelapa sawit menjadi peluang bisnis dan mengembangkan jasa lingkungan berbasis ekowisata.
Dua agenda besar baru saja dilaksanakan sebagai langkah nyata penguatan kapasitas masyarakat di Kecamatan Bonti dan Kecamatan Parindu pada akhir April 2026.
Di Desa Empodis, Kecamatan Bonti, Program FOLUR menggelar pelatihan budidaya jamur merang dengan memanfaatkan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Kegiatan yang berlangsung pada 28 April 2026 ini diikuti oleh perwakilan petani dari delapan desa di wilayah tersebut.
Selama ini, TKKS belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah ini merupakan media tanam ideal bagi jamur sawit yang memiliki siklus produksi singkat dan nilai ekonomi tinggi.
“Pengembangan jamur sawit ini peluang besar karena bahan bakunya melimpah dan budidayanya sederhana. Kami akan jadikan ini inovasi unggulan Desa Empodis,” ujar Kepala Desa Empodis, Yesaya Teflopo.
Peserta tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga analisis usaha, strategi pemasaran, hingga manajemen pasca-panen untuk memastikan keberlanjutan bisnis skala rumah tangga maupun kelompok.
Selain sektor pertanian, FOLUR membidik potensi jasa lingkungan melalui pengembangan Hutan Wisata Pulau Engkunyit di Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu.
Kawasan hutan berbasis tembawang seluas ±15,8 hektare ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, mulai dari kayu belian hingga berbagai buah hutan seperti durian dan pekawai. Lokasinya yang hanya 5 menit dari pusat kecamatan menjadikannya aset strategis untuk ekowisata.
Kadis Porapar Sanggau, L. Toto Martono, menegaskan bahwa Pulau Engkunyit punya potensi menjadi destinasi unggulan.
“Kawasan ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga harus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar melalui pengelolaan yang profesional,” tegasnya saat pelatihan ekowisata, 29 April 2026.
Koordinator Lapangan FOLUR Sanggau, Vincessius, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program global yang diadaptasi secara lokal.
“Kami berupaya mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan desa agar memiliki keberlanjutan jangka panjang melalui kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.
Dengan dukungan dari berbagai dinas terkait, Bapperida, hingga pihak swasta (Teras Mitra), Program FOLUR optimistis transisi menuju ekonomi hijau di Kabupaten Sanggau dapat terwujud melalui pemanfaatan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan.(***)
Sokong Ekonomi Sirkular, Program FOLUR Sanggau Latih Warga Olah Limbah Sawit dan Kembangkan Ekowisata
Bagikan
