Pontianak,Kalimantan Barat – Halokalbar.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BPBD se-Kalimantan Barat Semester I Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh BPBD Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, pada Rabu hingga Kamis, 5–6 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Rapat PUSDALOPS PB dan Ruang Rapat TRC BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Adi Sucipto, Pontianak ini dihadiri oleh jajaran pimpinan strategis.
Tampak hadir Kepala Pelaksana BPBD, Sekretaris BPBD, serta para Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK), Kedaruratan dan Logistik (KL), hingga Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR).
Forum ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan langkah serta memperkuat koordinasi antara BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota se-Kalbar.
Dalam rilis resmi Rakor tersebut, seluruh daerah didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui perencanaan yang terintegrasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi sarana dan prasarana, serta pemanfaatan data dan informasi kebencanaan yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Ada beberapa penekanan penting yang disepakati bersama, di antaranya prioritas pada upaya pencegahan dan mitigasi bencana, penguatan kolaborasi lintas sektor bersama TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat, serta pengoptimalan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti karhutla, banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Selain itu, forum tersebut juga menegaskan pentingnya kesiapan respon lapangan melalui kecukupan personel, logistik, dan peralatan.
Peningkatan kualitas dokumen perencanaan dan pelaporan secara tepat waktu, serta penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan pelayanan penanggulangan bencana yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat turut menjadi fokus utama.
Melalui Rakor ini, seluruh BPBD se-Kalbar diharapkan dapat bekerja secara sinergis, adaptif, dan berkelanjutan demi mewujudkan daerah yang tangguh bencana.
Menanggapi hasil kesepakatan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sanggau, Ir. Didit Richardi, M.T., menegaskan kesiapan jajarannya untuk segera menerjemahkan seluruh arahan ke dalam tindakan konkret di lapangan.
Menurutnya, keikutsertaan BPBD Kabupaten Sanggau dalam forum ini sangat krusial, terutama dalam hal penguatan pencegahan dini dan kolaborasi lintas sektor.
Didit menambahkan bahwa Kabupaten Sanggau memiliki tingkat kompleksitas ancaman bencana hidrometeorologi yang cukup tinggi, mulai dari potensi banjir hingga kebakaran hutan dan lahan.
Oleh karena itu, pihaknya siap memperkuat koordinasi vertikal ke BPBD Provinsi maupun koordinasi horizontal bersama TNI, Polri, hingga ke jajaran kecamatan dan desa.
Kesiapan personel, logistik, serta peremajaan sarana prasarana akan terus dimaksimalkan agar pelayanan penanggulangan bencana di Sanggau dapat berjalan secara cepat, tepat, dan responsif.(***)
