Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
    2 hari lalu
    Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
    2 hari lalu
    Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
    2 hari lalu
    Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
    3 hari lalu
    Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton
    Vaksin Rabies dan ASF Kosong di Sanggau, Hanya Vaksin Ayam yang Aman
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Tahun Ini — Janji untuk Bekuk Harta Koruptor di Tengah Tekanan Publik
Nasional

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Tahun Ini — Janji untuk Bekuk Harta Koruptor di Tengah Tekanan Publik

VIVM
Diperbarui: 12/09/2025 23:40
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 12 September 2025 — DPR RI resmi menargetkan penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada tahun ini. Langkah percepatan itu muncul di tengah gelombang protes publik yang menuntut tindakan tegas terhadap korupsi dan kekayaan tak wajar—dengan DPR menjanjikan proses yang melibatkan partisipasi masyarakat namun tetap berlandaskan prosedur hukum.

Konten
Kronologi singkat percepatanApa kata para pemangku kepentingan?Dampak potensial — apa yang bisa berubah jika RUU disahkan?Jalan ke depan: agenda dan yang perlu diperhatikan publik

RUU Perampasan Aset, yang selama bertahun-tahun kerap masuk-keluar Prolegnas tanpa kejelasan, kini mendapat dorongan politik kuat: Baleg DPR mengusulkan agar RUU itu dibahas paralel dengan RKUHAP supaya landasan proseduralnya kokoh. Jika disahkan, negara diberi alat hukum lebih cepat untuk menyita aset yang asal-usulnya tidak dapat dijelaskan—termasuk aset milik pejabat publik yang diduga hasil korupsi.


Kronologi singkat percepatan

  1. Masuk Prolegnas & Usulan Baleg. RUU Perampasan Aset resmi masuk Prolegnas Prioritas 2025 dan diusulkan menjadi inisiatif DPR agar pembahasan bisa dipercepat.

  2. Pembahasan Paralel dengan RKUHAP. Ketua Baleg menyatakan pembahasan akan dilakukan paralel dengan RKUHAP agar aspek prosedural pidana sinkron dengan mekanisme penyitaan aset. Target penyelesaian: tahun 2025.

  3. Dukungan Pemerintah & Presiden. Pemerintah, termasuk Menkumham, memberi lampu hijau agar DPR melanjutkan pembahasan; Presiden Joko Widodo menyatakan dukungan penuh untuk menyelesaikan RUU ini tahun ini.


Percepatan RUU ini tidak lepas dari gelombang aksi masyarakat akhir Agustus–September 2025 yang menuntut reformasi, termasuk pengesahan UU Perampasan Aset untuk membekukan harta pelaku korupsi. Menurut pengkritik dan aktivis antikorupsi, momentum protes memberi tekanan politik yang membuat parlemen dan pemerintah kembali menempatkan RUU ini sebagai prioritas. Namun publik juga menuntut proses yang transparan dan partisipatif.


Meski disambut positif oleh banyak pihak, RUU ini memicu perdebatan hukum dan HAM yang serius:

  • Praduga tak bersalah vs. Perlindungan Aset Negara. Kritikus khawatir aturan perampasan yang terlalu longgar berpotensi melanggar asas praduga tak bersalah jika aset bisa disita sebelum ada putusan pidana tetap. Pendukung RUU menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mengamankan aset agar nantinya bisa dikembalikan ke negara, bukan menghukum orang tanpa proses.

  • Kepastian Prosedural. Karena rencana pembahasan paralel dengan RKUHAP, DPR dan pemerintah menegaskan kebutuhan penegasan mekanisme bukti, pengawasan peradilan, dan akses banding agar penyitaan tidak disalahgunakan.

  • Independensi penegak hukum. Akademisi dan pengamat hukum mengingatkan agar implementasi RUU disertai penguatan kapasitas dan independensi aparat penegak hukum untuk menghindari politisasi penyitaan aset.


Apa kata para pemangku kepentingan?

  • Bob Hasan (Ketua Baleg DPR): Menegaskan target penyelesaian akhir tahun dan menekankan perlunya partisipasi publik dalam tahap pembahasan agar aturan kuat secara hukum.

  • Menkum & HAM (Supratman Andi Agtas): Memastikan RUU masuk Prolegnas prioritas dan menyatakan pemerintah siap mendukung pembahasan bersama DPR.

  • Presiden Joko Widodo: Menyatakan dukungan terhadap percepatan pembahasan RUU sebagai bagian dari komitmen pemberantasan korupsi.


Dampak potensial — apa yang bisa berubah jika RUU disahkan?

  1. Perampasan cepat aset tak wajar. Negara memiliki mekanisme lebih tegas untuk membekukan dan merampas aset yang tidak dapat dijelaskan asal usulnya.

  2. Perubahan mindset birokrasi-politik. Ancaman perampasan aset bisa menjadi pencegah bagi praktik korupsi di kalangan pejabat publik.

  3. Risiko penyalahgunaan tanpa pengamanan prosedural. Tanpa penguatan mekanisme hukum dan pengawasan independen, ada potensi penyalahgunaan alat ini untuk kepentingan politik tertentu.


Jalan ke depan: agenda dan yang perlu diperhatikan publik

  • Tahap pembahasan publik: DPR berjanji membuka ruang partisipasi publik—massa, LSM, akademisi, dan pakar hukum diharapkan memberi masukan teknis agar RUU tahan uji.

  • Sinkronisasi dengan RKUHAP: Pembahasan paralel harus memastikan RUU perampasan aset tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip prosedur pidana.

  • Penguatan pengawasan & transparansi: Agar RUU menjadi alat pemberantasan korupsi yang adil, wajib disertai mekanisme audit independen dan akses litigasi yang kuat bagi mereka yang merasa dirugikan.

TAG:Prolegnas & Usulan BalegRUU Perampasan AsetSinkronisasi dengan RKUHAP
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Penadah Emas Ilegal di Nanga Serawai
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
2 bulan lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
3 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
3 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
3 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar