Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Bea Cukai Kalbar Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal dan Pakaian Bekas di Perbatasan Entikong
    7 jam lalu
    Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
    8 jam lalu
    Serap Aspirasi di Kecamatan Jangkang, Alfonsus Masgio Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026
    19 jam lalu
    Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
    19 jam lalu
    PNS Tugas Belajar Wajib Tahu! BKPSDM Gelar Evaluasi Masa Studi yang Segera Berakhir
    19 jam lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Kesehatan > Musim Hujan Datang: Waspada Wabah Tersembunyi — Dari Demam Berdarah sampai Leptospirosis
Kesehatan

Musim Hujan Datang: Waspada Wabah Tersembunyi — Dari Demam Berdarah sampai Leptospirosis

VIVM
Diperbarui: 30/09/2025 23:42
VIVM
9 bulan lalu
Bagikan

Selasa, 20 September 2025 – Musim hujan yang datang lebih awal dan intensitas hujan yang meningkat membawa lebih dari sekadar payung basah: banjir dan genangan memperbesar risiko penyakit air (seperti diare dan leptospirosis), penyakit yang ditularkan nyamuk (demam berdarah), serta gangguan pernapasan dan kesehatan mental. Pemerintah dan pakar kesehatan mengingatkan masyarakat untuk berwaspada dan menerapkan langkah pencegahan sederhana namun efektif.

Konten
Apa saja bahaya kesehatan utama saat musim hujan?Bukti & data singkatLangkah pencegahan

Apa saja bahaya kesehatan utama saat musim hujan?

1. Penyakit yang ditularkan melalui vektor (nyamuk) — demam berdarah (DBD), malaria
Curah hujan dan genangan meningkatkan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti sehingga kasus DBD biasanya melonjak pada musim hujan. Banyak studi menunjukkan hubungan kuat antara variabel iklim (curah hujan, kelembapan) dan gelombang kasus demam berdarah.

2. Penyakit akibat air dan sanitasi buruk — diare, tifus, kolera
Banjir sering mencemari sumber air minum dengan limbah sehingga meningkatkan risiko penyakit bawaan air. WHO menekankan bahwa pencemaran fasilitas air dan sumber air minum adalah faktor utama setelah banjir.

3. Leptospirosis — ancaman tersembunyi setelah banjir
Leptospirosis disebabkan bakteri yang dapat masuk lewat kulit atau luka saat kontak dengan air yang terkontaminasi urin hewan (terutama tikus). Kasus leptospirosis sering meningkat pasca-banjir; pedoman pencegahan dari CDC dan studi lokal mencatat korelasi ini.

4. Infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan gangguan pernapasan
Cuaca dingin-lokasi tertentu dan kelembapan tinggi meningkatkan kejadian ISPA—anak-anak dan lansia paling rentan. Beberapa penelitian lokal menunjukkan hubungan antara kenaikan kelembapan/curah hujan dengan peningkatan kasus ISPA.

Baca juga

Sanggau Targetkan Seluruh Desa Bebas BAB Sembarangan pada Tahun 2027
TBC dan HIV di Kabupaten Sanggau Menjadi Masalah Serius Peningkatan Kapasitas Faskes diperlukan
Waspada Leptospirosis: Lonjakan Kasus dan Korban Tewas Terjadi di Sejumlah Daerah Indonesia

5. Penyakit kulit, cedera, dan masalah kesehatan mental
Kondisi lembap mempermudah jamur dan infeksi kulit; kegiatan pasca-banjir meningkatkan risiko luka yang dapat terinfeksi. Selain itu, pengalaman banjir dan pengungsian dapat menimbulkan stres dan masalah kesehatan mental jangka pendek atau panjang.

- Advertisement -

Bukti & data singkat

  • BMKG melaporkan tren musim hujan yang datang lebih awal dan peningkatan risiko hidrometeorologi (banjir/longsor).

  • Kementerian Kesehatan menyoroti lima penyakit yang sering muncul di musim hujan: influenza, DBD, diare, penyakit kulit, dan leptospirosis — serta strategi penanggulangan DBD nasional.

  • Tinjauan ilmiah dan artikel pasca-banjir mencatat lonjakan penyakit yang ditularkan lewat air dan vektor setelah banjir besar.


Langkah pencegahan

di rumah

  • Pastikan air minum bersih: rebus atau pakai air kemasan bila sumber air diragukan.

  • Buang atau tutup tempat penampungan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk (ban bekas, pot, wadah terbuka). Lakukan 3M plus (menguras, menutup, mengubur) sesuai program Kemenkes.

  • Jaga kebersihan lingkungan: bersihkan selokan dan area genangan, buang sampah teratur. Kampanye kebersihan pasca-hujan efektif menurunkan risiko penyakit.

saat banjir / berada di genangan

  • Hindari kontak langsung dengan air banjir bila memungkinkan; jika terpaksa, gunakan sepatu karet dan sarung tangan. Jangan biarkan luka terbuka terendam.

  • Jika ada gejala demam tinggi, sakit kuning (jaundice), masalah pernapasan, muntah/ diare berat—segera ke fasilitas kesehatan. Kemenkes menganjurkan pemeriksaan dini.

peran masyarakat & pemerintah

  • Partisipasi dalam fogging saat diperlukan (sesuai pedoman lokal), kegiatan pemberantasan sarang nyamuk terkoordinasi, serta program penyuluhan kesehatan menjelang musim hujan. Contoh program pembersihan drainase setelah hujan di beberapa daerah efektif menekan wabah.

TAG:Demam BerdarahLeptospirosisMusim Hujan
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Dari Tari Kreasi hingga Pelatihan Bikin Bakcang, Intip Keseruan Festival Budaya Tionghoa Sosok 2026
Kejagung Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp40 Miliar ke Eks Anggota DPR RI dalam Kasus Bauksit Kalbar
Kebakaran di Gg Bhakti Sanggau, Satu Rumah Hangus Dipicu Korek Api
Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki Berharap Generasi Muda Tumbuh Sehat dan Bebas Narkotika
Bawa Narkoba Jenis Sabu, Seorang Pria AS, Diciduk Anggota Polsek Kembayan

Berita Menarik Lainnya

Dinkes Sanggau Uji Sampel Makanan Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Aman Dikonsumsi
7 bulan lalu
IQ Bukan Sekadar Angka: Begini Cara Menumbuhkan Kecerdasan Anak Sejak Dini, dan Mitos yang Perlu Anda Tahu
8 bulan lalu
Dari Bioink ke Organ: Bagaimana Bioprinting Bisa Menjadi Revolusi Transplantasi dan Penelitian Kanker
9 bulan lalu
PM2.5 & NO₂ dari Knalpot: Dari Serangan Asma hingga Risiko Dementia
9 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar