Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Bupati Yohanes Ontot Beri Materi di Latsar CPNS Sanggau Angkatan Terakhir
    10 jam lalu
    Dukung Kebijakan Pemerintah, Warga Meliau Distribusikan BBM ke Pedalaman
    14 jam lalu
    Elpiji 3 Kg Langka di Sanggau, Harga Tembus Rp40 Ribu di Tingkat Pengecer
    20 jam lalu
    Jaga Soliditas Organisasi, Pemuda Katolik Komda Kalbar Gelar Visitasi ke Komcab Sanggau
    3 hari lalu
    Diterjang Banjir, Relawan Pertamina Terobos Akses Maut Demi Selamatkan Stok BBM Bireuen!
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Tersingkir dari Frame: Kontroversi Foto Prabowo di Beijing dan Pertanyaan Soal Kekuatan RI
Nasional

Tersingkir dari Frame: Kontroversi Foto Prabowo di Beijing dan Pertanyaan Soal Kekuatan RI

VIVM
Diperbarui: 07/09/2025 22:38
VIVM
3 bulan lalu
Bagikan

Minggu, 7 September 2025 — Sebuah foto resmi pertemuan pemimpin dunia di Beijing beberapa hari lalu menjadi pemicu perdebatan di tanah air setelah beberapa media Jepang memilih crop gambar sehingga hanya menampilkan tiga tokoh besar: Xi Jinping (China), Vladimir Putin (Rusia), dan Kim Jong-un (Korut)—sementara sosok Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia yang semula berada dalam barisan terpangkas dari halaman depan. Netizen menilai pemotongan itu simbolis: Indonesia “dikesampingkan” dan dianggap belum sepadan secara geopolitik, ekonomi, dan militer dibandingkan ketiga kekuatan itu. Reaksi pun melebar dari kemarahan di media sosial hingga komentar diplomatik dan analis.

Konten
Kronologi singkat insiden fotoData perbandingan: ekonomi & militer (angka mutakhir dari lembaga internasional)Reaksi publik & media sosial

Kronologi singkat insiden foto

  1. Acara foto barisan pemimpin: pada parade peringatan besar di Beijing, foto pool menampilkan banyak kepala negara termasuk Xi, Putin, Kim, dan Prabowo. (foto pool diberitakan oleh AFP/Sputnik/AFP pool).

  2. Versi media Jepang: beberapa outlet Jepang, termasuk headline di X/Yomiuri (dan dilaporkan beredar di platform lain), menampilkan versi foto yang hanya menyorot Xi–Putin–Kim; versi itu tersebar di akun-akun Jepang dan cepat diunduh ulang oleh pengguna internasional. Pengguna Indonesia mengunggah bukti perbedaan crop itu dan menyebutnya sebagai “penghilangan” Prabowo.

  3. Reaksi publik: unggahan-unggahan screenshot dan video viral (YouTube/TikTok/X) memicu debat: apakah itu sekadar editorial framing berita (fokus pada tiga tokoh utama) atau sebuah isyarat diplomatik/psikologis yang mengecilkan posisi Indonesia?


Bagi banyak pengamat dan warga: gambar visual setara dengan pesan. Saat sebuah surat kabar besar menampilkan hanya tiga pemimpin yang selama ini dipandang sebagai aktor geostrategis kuat, sementara pemimpin negara lain (termasuk Prabowo) dieliminasi dari framing visual, publik membaca ini sebagai tanda bahwa media—atau narasi internasional—memosisikan Indonesia di luar lingkaran pengaruh utama. Reaksi ini diperkuat oleh konteks: demonstrasi domestik yang mengguncang legitimasi pemerintahan, serta pergeseran aliansi geopolitik yang menempatkan China–Russia–North Korea dalam framing tertentu.


Data perbandingan: ekonomi & militer (angka mutakhir dari lembaga internasional)

Untuk memahami klaim “belum sebanding”, berikut rangkuman singkat dengan sumber resmi:

  • Ukuran ekonomi (GDP, nominal)

    • China: sekitar US$19,2 triliun (IMF/World Bank data—profil ekonomi China).

    • Russia: sekitar US$2,1 triliun (perkiraan/World Bank / TradingEconomics).North Korea: perkiraan terbatas — BOK/estimasi menempatkan GDP di puluhan miliar dolar (Bank of Korea/BOK memperkirakan sekitar US$26,6 miliar untuk 2024). Data resmi Pyongyang terbatas.

    • Indonesia: sekitar US$1,4 triliun (World Bank / IMF, 2024–2025). Artinya secara nominal, ekonomi Indonesia jauh lebih kecil dari China dan juga di bawah Rusia — meski Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN.

  • Pengeluaran militer (2024, SIPRI / IISS & database)

    • China: salah satu pengeluaran militer terbesar dunia (rentang ratusan miliar USD; SIPRI menempatkan China di urutan kedua dunia)

    • Russia: pengeluaran militer sangat besar (ratusan miliar USD; SIPRI mencatat Rusia di posisi atas).

    • Indonesia: pengeluaran jauh lebih kecil — sekitar US$10–11 miliar per tahun (SIPRI / TradingEconomics), menempatkan Indonesia jauh di bawah China & Rusia.

Data di atas menunjukkan kesenjangan nyata antara kapasitas ekonomi dan militer Indonesia dibanding China & Rusia — faktor yang menjelaskan kenapa sebagian media internasional memberi perhatian berbeda pada ketiga pemimpin besar tersebut. Namun catatan penting: ukuran ekonomi/militer bukan satu-satunya indikator pengaruh diplomatik (soft power, posisi strategis ASEAN, hubungan bilateral juga berperan).


  • Di kalangan pemerintahan: diplomat Indonesia menekankan bahwa kehadiran Presiden (atau Kepala Negara) dalam forum internasional mencerminkan hubungan bilateral/strategis; satu gambar yang dicrop tidak boleh dimaknai sebagai penilaian keseluruhan terhadap posisi negara. Pemerintah mengimbau publik mengutamakan saluran diplomasi resmi. (laporan media internasional dan pernyataan resmi).

  • Pakar hubungan internasional: mengatakan crop sering merupakan keputusan editorial—media memotong untuk menonjolkan narasi tertentu—tetapi juga mengingatkan bahwa framing visual bisa “membangun opini” jika tidak diimbangi konteks. Mereka menekankan indikator- indikator objektif (GDP, militer, investasi, kepemimpinan regional) untuk mengukur posisi negara.

  • Pengamat politik domestik: menghubungkan sensasi visual ini dengan situasi dalam negeri (gelombang protes, penguatan narasi legitimasi); mereka menyarankan pemerintah memperkuat diplomasi publik agar citra Indonesia di panggung global tak sekadar ditentukan oleh gambar satu halaman.


Reaksi publik & media sosial

  • Ledakan di X/YouTube/TikTok: unggahan screenshot halaman media Jepang yang memotong Prabowo viral—video reupload dan narasi “Indonesia tersisih” mendapat jutaan tampilan dalam hitungan jam. (bukti: posting viral di X, sejumlah video YouTube).

  • Dua narasi bersaing:

    1. “Penghilangan” Prabowo sebagai penghinaan simbolik—memicu kebanggaan nasional dan kritik terhadap media asing.

    2. “Editorial choice” —argumen bahwa media memilih framing sesuai angle berita (mis. fokus pada tiga tokoh berpengaruh) — sehingga reaksi berlebihan juga diperingatkan.

Baca juga

Kasus Eksploitasi Seksual Terhadap Anak di Sanggau Meningkat 
Gelombang Unjuk Rasa 3 September 2025: Dari Jakarta ke Bandung — Tuntutan Reformasi, Akuntabilitas Polisi, dan Cabut Tunjangan DPR
150 Orang Peserta Ikut Kegiatan Garpuan Intelter Satkowil
TAG:Foto Prabowo di BeijingTersingkir dari Frame
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Pendaftaran Calon Ketua DPD MABT Sanggau Resmi Dibuka, hingga 17 November
Bukan Cuma Tilang! Pesan Penting Kasat Lantas Sanggau di Operasi Zebra Kapuas
Paolus Hadi Terima Kunjungan KERABAT Sanggau, Siap Dukung Pagelaran Budaya Batak Lima Sub Suku
Angin Puting Beliung Luluh Lantakkan Tiga Atap Ruko di Parindu, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Pasangan Pengedar Narkoba Diciduk Polisi, Modus Kontrakan Jadi Gudang Barang Haram

Berita Menarik Lainnya

Jembatan Putus Tak Jadi Halangan! Pertamina Patra Niaga dan Warga Aceh Gotong Royong Salurkan LPG
3 hari lalu
Pertamina dan Pemkot Banda Aceh Jual Gas Elpiji 3 Kg Murah di 4 Titik Operasi Pasar
5 hari lalu
Pemulihan Pasca Bencana: Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Aceh Pastikan Penyaluran BBM-LPG di Aceh Normal
5 hari lalu
Pertamina Patra Niaga Kerahkan Armada Darat, Laut, dan Udara Percepat Pemulihan Energi Pasca-Bencana Sumatera
5 hari lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar