Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Foto Istimewa :Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si, menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ICDN Kalimantan Barat
    Perkuat Sinergi, Rektor Untan Sambut Audiensi Pengurus DPW ICDN Kalbar
    2 hari lalu
    Sokong Ekonomi Sirkular, Program FOLUR Sanggau Latih Warga Olah Limbah Sawit dan Kembangkan Ekowisata
    3 hari lalu
    Sabet Penghargaan Desa Patuh Pajak Kendaraan, Desa Tri Mulya Jadi Teladan di Kabupaten Sanggau
    3 hari lalu
    Putra Dayak Kalbar Harumkan Nama Daerah, Sutrisno Tabeas Resmi Jabat Kajari Ngada NTT
    3 hari lalu
    Amankan Warga Landak, Tim Jibom Gegana Musnahkan Granat Nanas Sisa Perang
    5 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Viral ‘Jangan Jadi Guru Kalau Mau Kaya’: Publik Menilai Ironis di Tengah Rapor Korupsi
Nasional

Viral ‘Jangan Jadi Guru Kalau Mau Kaya’: Publik Menilai Ironis di Tengah Rapor Korupsi

VIVM
Diperbarui: 04/09/2025 23:51
VIVM
8 bulan lalu
Bagikan

Jakarta, 4 September 2025 — Pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyinggung profesi guru kembali memantik kontroversi. Di forum Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 di UIN Syarif Hidayatullah, Rabu (3/9), Menag menuturkan bahwa menjadi guru adalah profesi mulia dan bukan tempat mencari uang, seraya melontarkan kalimat: “Kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedaganglah.” Ucapan tersebut viral dan segera memancing protes luas—hingga Menag meminta maaf dan mengklarifikasi tak berniat merendahkan guru.

Konten
Gelombang Respons: Dari Media Sosial ke Ruang RedaksiKenapa Publik Merasa “Ironis”? Data Gaji Guru Menjawab“Tak Becermin”: Konteks Integritas di Lembaga PublikKlarifikasi & Langkah LanjutApa yang Diharapkan Guru & Publik?

Gelombang Respons: Dari Media Sosial ke Ruang Redaksi

Cuplikan video dan ulang-unggah klarifikasi Menag beredar masif di Instagram dan TikTok, memperlihatkan nada kecewa sekaligus sinis dari warganet yang menilai pernyataan itu tidak peka terhadap realitas kesejahteraan guru.
Sejumlah media arus utama menekankan konteks yang diinginkan Menag—memuliakan profesi guru—namun rekaman potongan kalimatnya sudah telanjur memicu kegaduhan.

Kenapa Publik Merasa “Ironis”? Data Gaji Guru Menjawab

Berbagai survei dan liputan menunjukkan ketimpangan penghasilan yang lama dikeluhkan:

  • Banyak guru honorer masih menerima gaji di bawah UMK, sebagian bahkan Rp300 ribu–Rp1 juta/bulan (tergantung daerah/sekolah).

  • Pemerintah menjanjikan tunjangan profesi tambahan untuk guru tertentu pada 2025 (mis. Rp2 juta/bulan untuk honorer bersertifikasi), namun implementasi dan kecukupannya tetap jadi sorotan.

  • Anggota DPR dan berbagai pakar pendidikan mendorong standar gaji lebih layak (bahkan disebut idealnya Rp25 juta/bulan untuk menarik talenta terbaik), menunjukkan jurang antara ideal dan realita sekarang.

“Tak Becermin”: Konteks Integritas di Lembaga Publik

Kritik publik kian tajam karena pernyataan itu datang di tengah rapor integritas sektor publik yang masih memprihatinkan:

  • Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024 Indonesia skor 37/100.

  • Kejaksaan Agung mencatat kerugian negara akibat dugaan korupsi sepanjang 2024 mencapai Rp310,61 triliun—menggambarkan skala kebocoran yang kontras dengan seruan hidup sederhana bagi profesi guru.

  • Data KPK (penindakan, LHKPN, dan kinerja semester I/2025) menyorot berlanjutnya penanganan perkara tipikor lintas instansi/jabatan; ICW mencatat ribuan tersangka korupsi dalam setahun 2023 via Kejaksaan.

Dengan latar ini, warganet dan pengajar menilai pemerintah “tidak bercermin”: hampir semua institusi yang dibiayai pajak—dari kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, BUMN/BUMD, hingga lembaga perwakilan—seharusnya menjadi teladan integritas dan kesejahteraan pelayan publik, namun fakta korupsi dan kebocoran anggaran justru menciderai kepercayaan masyarakat. (Analisis redaksi berdasarkan rangkuman data di atas.)

Baca juga

Pertamina Patra Niaga Bangun Sekolah dan Pesantren Darurat di Pidie Jaya, Pastikan Pendidikan Tak Terhenti
Personil Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645 Gardatama Yudha Bantu Warga Perbaiki Jalan Rusak 
Gandeng PT.GKM Jajaran Polres Sanggau Memanfaatkan lahan Swasembada Pangan

Klarifikasi & Langkah Lanjut

Menag menyatakan permohonan maaf dan menegaskan maksudnya adalah memuliakan profesi guru, bukan melecehkan. Poin klarifikasi itu diangkat oleh sejumlah media, sembari mengingatkan bahwa komunikasi pejabat publik harus peka pada luka lama tenaga pendidik soal gaji rendah, honor terlambat, dan ketidakpastian status.

- Advertisement -

Apa yang Diharapkan Guru & Publik?

  1. Standar kesejahteraan minimum yang layak untuk honorer/non-ASN dan penertiban praktik pemotongan/penundaan hak.

  2. Kepastian implementasi tunjangan 2025 dan pengawasan detail agar tepat sasaran.

  3. Keteladanan integritas: tindak tegas praktik rente dan konflik kepentingan di institusi publik; dorong transparansi realisasi anggaran pendidikan.

TAG:Nasaruddin UmarPernyataan Menag
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Tiga Nama Resmi Masuk Bursa Calon Ketua KONI, TPP Mulai Verifikasi Berkas
Nilai Ceramah JK Menyesatkan, Pemuda Katolik Kalbar Desak Tokoh Bangsa Minta Maaf
Paolus Hadi Dorong Imigrasi Entikong Perkuat Program Desa Binaan
Gali Potensi PAD, Bapenda Sanggau Pantau Langsung Transaksi di Rumah Makan dan Hotel
Perkuat Sinergi, Kapolsek Jangkang Baru Ajak Forkopimcam Ngopi Bareng

Berita Menarik Lainnya

KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
7 hari lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
1 minggu lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
1 minggu lalu
Sinergi PLN IP UBP Sanggau dan PMI: Gelar Donor Darah di Momen Hari Kartini
2 minggu lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar