Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    1 minggu lalu
    Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
    1 minggu lalu
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    2 minggu lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    2 minggu lalu
    Peduli Kesehatan, PMI Kabupaten Sanggau Bersama Relawan Bagikan 1.000 Masker dan Air Bersih
    2 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Filipina Memanas: Protes Besar soal ‘Proyek Siluman’ Flood Control — Istana Khawatir Ricuh seperti Indonesia
Internasional

Filipina Memanas: Protes Besar soal ‘Proyek Siluman’ Flood Control — Istana Khawatir Ricuh seperti Indonesia

VIVM
Diperbarui: 06/09/2025 22:58
VIVM
1 tahun lalu
Bagikan

Manila, 6 September 2025 — Gelombang kemarahan publik terhadap dugaan korupsi besar-besaran dalam proyek penanggulangan banjir di Filipina memuncak menjadi aksi protes di beberapa kota besar. Pemerintah menyatakan kekhawatiran agar unjuk rasa tidak meluas menjadi kerusuhan seperti yang baru-baru ini terjadi di Indonesia, sementara aktivis menuntut pembentukan komisi independen dan pertanggungjawaban pelaku.


Auditor internal dan laporan investigasi menunjukkan anomali besar dalam anggaran proyek pengendalian banjir: dari Rp~545 miliar peso (sekitar US$9,6 miliar) dialokasikan sejak 2022, ribuan proyek dinyatakan bermasalah — sebagian substandar, sebagian tak terdokumentasi, bahkan ada yang “tidak ada” alias ghost projects. Temuan ini memicu kemarahan publik dan panggilan dari kalangan bisnis & sipil untuk investigasi independen.


Sejak akhir pekan (3–5 Sep), ratusan aktivis dan korban banjir melakukan aksi protes di depan kantor Departemen Pekerjaan Umum dan Gedung-gedung kontraktor yang dituding terlibat. Ada insiden pemasangan cat, lemparan air kotor/mud sebagai simbol “proyek siluman” serta demonstrasi di kantor keluarga kontraktor yang menjadi target. Meski sebagian aksi berlangsung damai, ada bentrokan kecil dengan polisi di beberapa lokasi dan ancaman laporan hukum terhadap aktivis.


Istana (Malacañang) menyerukan agar demonstrasi tetap tertib — dengan alasan utama menghindari eskalasi menjadi kerusuhan seperti yang terlihat di Indonesia pada akhir Agustus. Presiden juga memerintahkan audit lebih lanjut dan pergantian kepemimpinan sementara di departemen terkait; pejabat publik yang terindikasi telah mengundurkan diri dan proses penghentian lelang-pengadaan sementara dilakukan.

“Kita tidak ingin negara kita terjerumus ke kekerasan jalanan,” bunyi salah satu imbauan pejabat Istana yang dilaporkan media lokal.


Mengapa pemerintah membandingkan dengan Indonesia?

Dalam pekan terakhir, Indonesia diguncang aksi massa luas yang sebagian berujung pada kerusuhan, pembakaran properti publik, dan tindakan keras aparat — situasi yang dinilai menimbulkan konsekuensi serius terhadap keamanan dan ekonomi regional. Kekhawatiran di Manila adalah agar kritik publik tidak berubah menjadi kekerasan yang merusak legitimasi aksi sipil dan keselamatan warga. Perbandingan ini dipakai sebagai peringatan agar demonstrasi diatur dalam koridor hukum.

Baca juga

BPC HIPMI Sanggau, Dukung Tim Sepak Bola Sanggau Di Ajang Porprov Kalbar Mendatang
3 Koordinator dan 6 Kajari di kalbar Resmi dilantik 
PMI dan UDD Sanggau Gelar Safari Natal Berdonor dengan Target 200 Kantong Darah

Berbeda dengan gelombang unjuk rasa di negara lain, respons publik Filipina awalnya masif di ranah digital: kampanye “lifestyle policing” yang menyorot gaya hidup keluarga pejabat dan anak-anak kontraktor menyebar di X/Facebook/TikTok. Sementara itu, pakar menyorot risiko AI dan disinformasi — deepfake dan klip suntingan bisa memperburuk dugaan ketegangan dan mengintimidasi korban atau jurnalis. Otomatisasi narasi di media sosial turut mempercepat mobilisasi tapi juga memicu rumor yang menambah ketidakpastian.

- Advertisement -

Aliansi 30 organisasi bisnis & sipil menuntut pembentukan komisi investigasi independen untuk menelisik “excessive corruption” dalam proyek-proyek penanggulangan banjir; mereka menyatakan kekecewaan mendalam terhadap perilaku pejabat dan kontraktor yang “mengkhianati kepercayaan publik.” Aktivis menuntut blacklist kontraktor tertentu, restitusi bagi korban banjir, dan transparansi pembiayaan proyek. Pemerintah menanggapi sebagian tuntutan dengan mengganti pejabat kunci dan menangguhkan proses tender.

TAG:Filipina Protes KorupsiFilipina Ricuh
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Tolak Instruksi Presiden Prabowo, Gerdayak Sanggau dan Wagub Kalbar Pasang Badan Bela Peladang
Gandeng PMI Sanggau, ANTAM Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Sinergi PT GKM dan AJS Bantu Pemkab Sanggau Atasi Dampak Kabut Asap
Timotius Yance Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sanggau di Musda XI
Sentuh Masyarakat Dusun Periji, Kades Pana Apresiasi Kegigihan Polres Sanggau Cegah Karhutla dan Bantu Warga

Berita Menarik Lainnya

Mengapa Bendera Dayak Merah-Kuning-Biru Bukan Simbol Politik? Ini Penjelasan Naskah Akademiknya
1 bulan lalu
Kemudahan Berobat ke RS Borneo Medical Centre Kuching: Solusi Layanan Kesehatan Bagi Warga Kalbar
2 bulan lalu
Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
3 bulan lalu
Sikapi Kecelakaan Beruntun,di Sanggau Sekretaris Komisi IV DPRD Kalbar Bakal Panggil Dinas PUPR
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar