Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
    2 hari lalu
    Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
    2 hari lalu
    Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
    2 hari lalu
    Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
    3 hari lalu
    Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton
    Vaksin Rabies dan ASF Kosong di Sanggau, Hanya Vaksin Ayam yang Aman
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Filipina Memanas: Protes Besar soal ‘Proyek Siluman’ Flood Control — Istana Khawatir Ricuh seperti Indonesia
Internasional

Filipina Memanas: Protes Besar soal ‘Proyek Siluman’ Flood Control — Istana Khawatir Ricuh seperti Indonesia

VIVM
Diperbarui: 06/09/2025 22:58
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Manila, 6 September 2025 — Gelombang kemarahan publik terhadap dugaan korupsi besar-besaran dalam proyek penanggulangan banjir di Filipina memuncak menjadi aksi protes di beberapa kota besar. Pemerintah menyatakan kekhawatiran agar unjuk rasa tidak meluas menjadi kerusuhan seperti yang baru-baru ini terjadi di Indonesia, sementara aktivis menuntut pembentukan komisi independen dan pertanggungjawaban pelaku.


Auditor internal dan laporan investigasi menunjukkan anomali besar dalam anggaran proyek pengendalian banjir: dari Rp~545 miliar peso (sekitar US$9,6 miliar) dialokasikan sejak 2022, ribuan proyek dinyatakan bermasalah — sebagian substandar, sebagian tak terdokumentasi, bahkan ada yang “tidak ada” alias ghost projects. Temuan ini memicu kemarahan publik dan panggilan dari kalangan bisnis & sipil untuk investigasi independen.


Sejak akhir pekan (3–5 Sep), ratusan aktivis dan korban banjir melakukan aksi protes di depan kantor Departemen Pekerjaan Umum dan Gedung-gedung kontraktor yang dituding terlibat. Ada insiden pemasangan cat, lemparan air kotor/mud sebagai simbol “proyek siluman” serta demonstrasi di kantor keluarga kontraktor yang menjadi target. Meski sebagian aksi berlangsung damai, ada bentrokan kecil dengan polisi di beberapa lokasi dan ancaman laporan hukum terhadap aktivis.


Istana (Malacañang) menyerukan agar demonstrasi tetap tertib — dengan alasan utama menghindari eskalasi menjadi kerusuhan seperti yang terlihat di Indonesia pada akhir Agustus. Presiden juga memerintahkan audit lebih lanjut dan pergantian kepemimpinan sementara di departemen terkait; pejabat publik yang terindikasi telah mengundurkan diri dan proses penghentian lelang-pengadaan sementara dilakukan.

“Kita tidak ingin negara kita terjerumus ke kekerasan jalanan,” bunyi salah satu imbauan pejabat Istana yang dilaporkan media lokal.


Mengapa pemerintah membandingkan dengan Indonesia?

Dalam pekan terakhir, Indonesia diguncang aksi massa luas yang sebagian berujung pada kerusuhan, pembakaran properti publik, dan tindakan keras aparat — situasi yang dinilai menimbulkan konsekuensi serius terhadap keamanan dan ekonomi regional. Kekhawatiran di Manila adalah agar kritik publik tidak berubah menjadi kekerasan yang merusak legitimasi aksi sipil dan keselamatan warga. Perbandingan ini dipakai sebagai peringatan agar demonstrasi diatur dalam koridor hukum.

Baca juga

PGI Sanggau Resmi dikukuhkan, Harapan PH, PGI Sanggau dapat menjadi barometer Untuk Kalbar
180° Coffee & Eatery, Spot Ngopi Kekinian di Sanggau yang Tawarkan Konsep Unik
Pro dan Kontra Mengemuka: Mengapa Bendera One Piece Bikin Heboh?

Berbeda dengan gelombang unjuk rasa di negara lain, respons publik Filipina awalnya masif di ranah digital: kampanye “lifestyle policing” yang menyorot gaya hidup keluarga pejabat dan anak-anak kontraktor menyebar di X/Facebook/TikTok. Sementara itu, pakar menyorot risiko AI dan disinformasi — deepfake dan klip suntingan bisa memperburuk dugaan ketegangan dan mengintimidasi korban atau jurnalis. Otomatisasi narasi di media sosial turut mempercepat mobilisasi tapi juga memicu rumor yang menambah ketidakpastian.

- Advertisement -

Aliansi 30 organisasi bisnis & sipil menuntut pembentukan komisi investigasi independen untuk menelisik “excessive corruption” dalam proyek-proyek penanggulangan banjir; mereka menyatakan kekecewaan mendalam terhadap perilaku pejabat dan kontraktor yang “mengkhianati kepercayaan publik.” Aktivis menuntut blacklist kontraktor tertentu, restitusi bagi korban banjir, dan transparansi pembiayaan proyek. Pemerintah menanggapi sebagian tuntutan dengan mengganti pejabat kunci dan menangguhkan proses tender.

TAG:Filipina Protes KorupsiFilipina Ricuh
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Penadah Emas Ilegal di Nanga Serawai
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan

Berita Menarik Lainnya

Kemudahan Berobat ke RS Borneo Medical Centre Kuching: Solusi Layanan Kesehatan Bagi Warga Kalbar
2 hari lalu
Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
2 bulan lalu
Sikapi Kecelakaan Beruntun,di Sanggau Sekretaris Komisi IV DPRD Kalbar Bakal Panggil Dinas PUPR
4 bulan lalu
Nilai Ceramah JK Menyesatkan, Pemuda Katolik Kalbar Desak Tokoh Bangsa Minta Maaf
4 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar