Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Bupati Yohanes Ontot Beri Materi di Latsar CPNS Sanggau Angkatan Terakhir
    10 jam lalu
    Dukung Kebijakan Pemerintah, Warga Meliau Distribusikan BBM ke Pedalaman
    13 jam lalu
    Elpiji 3 Kg Langka di Sanggau, Harga Tembus Rp40 Ribu di Tingkat Pengecer
    19 jam lalu
    Jaga Soliditas Organisasi, Pemuda Katolik Komda Kalbar Gelar Visitasi ke Komcab Sanggau
    3 hari lalu
    Diterjang Banjir, Relawan Pertamina Terobos Akses Maut Demi Selamatkan Stok BBM Bireuen!
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Dilarang Bicara, Mereka Membalas: Protes Besar di Nepal Usai Larangan 26 Platform
Internasional

Dilarang Bicara, Mereka Membalas: Protes Besar di Nepal Usai Larangan 26 Platform

VIVM
Diperbarui: 09/09/2025 0:43
VIVM
3 bulan lalu
Bagikan

Kathmandu, 8 September 2025 — Gelombang protes yang dipimpin kaum muda meletus di seluruh Nepal setelah pemerintah memblokir puluhan platform media sosial dan pesan instan. Bentrokan dengan aparat keamanan berujung pada puluhan korban jiwa, pengunduran diri Menteri Dalam Negeri, dan pemberlakuan jam malam/pengetatan keamanan di ibu kota. Aksi itu berkembang cepat dari protes digital menjadi tuntutan politik yang lebih luas — termasuk kecaman atas dugaan korupsi dan otoritarianisme.


Pemicunya adalah keputusan pemerintah untuk memblokir sekitar 26 platform besar — termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, X, dan YouTube — setelah perusahaan-perusahaan tersebut gagal memenuhi persyaratan pendaftaran dan regulasi baru yang ketat. Banyak pemuda menilai langkah itu sebagai pembungkaman kebebasan berekspresi dan kontrol pemerintah terhadap ruang publik digital; kampanye protes cepat menyebar lewat TikTok dan jejaring lokal.


  • Mobilisasi massa: Ribuan mahasiswa dan aktivis (yang diberi label “Gen Z” di media) turun ke jalan-jalan utama di Kathmandu, Pokhara dan kota-kota lain. Aksi bermula damai tetapi cepat memanas saat demonstran mencoba mendekat ke kompleks parlemen.

  • Kekerasan & korban: Tembakan gas air mata, peluru karet, dan — menurut sejumlah laporan — penggunaan amunisi lebih keras oleh aparat membuat bentrokan berubah mematikan. Laporan media internasional menyebut setidaknya 19 orang tewas dan puluhan luka-luka; angka ini terus berkembang karena situasi dinamis.

  • Respon politik: Menyusul eskalasi, Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak mengundurkan diri, dan pemerintah memanggil rapat darurat kabinet; jam malam dan pengerahan pasukan dilaporkan di beberapa wilayah.

Media internasional dan organisasi HAM menyerukan penyelidikan atas penggunaan kekuatan yang berlebihan; beberapa negara mengekspresikan keprihatinan atas kebebasan berekspresi dan stabilitas di Nepal. Laporan-laporan utama menekankan perlunya dialog politik untuk mencegah konflik lebih lanjut.

TAG:Gen Z NepalPembatasan Sosial MediaUnjuk Rasa Nepal
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Pendaftaran Calon Ketua DPD MABT Sanggau Resmi Dibuka, hingga 17 November
Bukan Cuma Tilang! Pesan Penting Kasat Lantas Sanggau di Operasi Zebra Kapuas
Paolus Hadi Terima Kunjungan KERABAT Sanggau, Siap Dukung Pagelaran Budaya Batak Lima Sub Suku
Angin Puting Beliung Luluh Lantakkan Tiga Atap Ruko di Parindu, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Pasangan Pengedar Narkoba Diciduk Polisi, Modus Kontrakan Jadi Gudang Barang Haram

Berita Menarik Lainnya

Sinergi Kuat Kalbar-Sarawak Diperkuat di Sosek Malindo ke-38 Miri: Fokus Utama Konektivitas dan PLBN Entikong
1 bulan lalu
Bantuan Masuk ke Gaza Setelah Gencatan Senjata: Ribuan Truk, Ribuan Nyawa yang Menunggu
2 bulan lalu
Gaza di Ujung Tali: Ultimatum 72 Jam, Hujan Bom Tak Henti
2 bulan lalu
Veto Jadi Biang Kebuntuan, Dunia Mendesak Reformasi Dewan Keamanan PBB
2 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar