Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Mengapa Bendera Dayak Merah-Kuning-Biru Bukan Simbol Politik? Ini Penjelasan Naskah Akademiknya
    3 jam lalu
    Dampak Kabut Asap di Sanggau: Sekolah Diliburkan Sementara, Siswa BDR 13–14 Agustus
    9 jam lalu
    Kobarkan Semangat Nasionalisme! Intip Keseruan Para Guru SMKN 1 Sanggau Percantik Sekolah Jelang HUT RI ke-81
    15 jam lalu
    Minta Perda Kearifan Berladang Dicabut, Sekjen DAD Sanggau Reaksi Keras Statement Kepala BNPB
    2 hari lalu
    Hadiri Pelantikan Ayoung Tao Ketungau Tesaek, Anggota DPR RI Paolus Hadi Tekankan Pentingnya Perlindungan HAM dan Masyarakat Adat
    2 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Dilarang Bicara, Mereka Membalas: Protes Besar di Nepal Usai Larangan 26 Platform
Internasional

Dilarang Bicara, Mereka Membalas: Protes Besar di Nepal Usai Larangan 26 Platform

VIVM
Diperbarui: 09/09/2025 0:43
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Kathmandu, 8 September 2025 — Gelombang protes yang dipimpin kaum muda meletus di seluruh Nepal setelah pemerintah memblokir puluhan platform media sosial dan pesan instan. Bentrokan dengan aparat keamanan berujung pada puluhan korban jiwa, pengunduran diri Menteri Dalam Negeri, dan pemberlakuan jam malam/pengetatan keamanan di ibu kota. Aksi itu berkembang cepat dari protes digital menjadi tuntutan politik yang lebih luas — termasuk kecaman atas dugaan korupsi dan otoritarianisme.


Pemicunya adalah keputusan pemerintah untuk memblokir sekitar 26 platform besar — termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, X, dan YouTube — setelah perusahaan-perusahaan tersebut gagal memenuhi persyaratan pendaftaran dan regulasi baru yang ketat. Banyak pemuda menilai langkah itu sebagai pembungkaman kebebasan berekspresi dan kontrol pemerintah terhadap ruang publik digital; kampanye protes cepat menyebar lewat TikTok dan jejaring lokal.


  • Mobilisasi massa: Ribuan mahasiswa dan aktivis (yang diberi label “Gen Z” di media) turun ke jalan-jalan utama di Kathmandu, Pokhara dan kota-kota lain. Aksi bermula damai tetapi cepat memanas saat demonstran mencoba mendekat ke kompleks parlemen.

  • Kekerasan & korban: Tembakan gas air mata, peluru karet, dan — menurut sejumlah laporan — penggunaan amunisi lebih keras oleh aparat membuat bentrokan berubah mematikan. Laporan media internasional menyebut setidaknya 19 orang tewas dan puluhan luka-luka; angka ini terus berkembang karena situasi dinamis.

  • Respon politik: Menyusul eskalasi, Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak mengundurkan diri, dan pemerintah memanggil rapat darurat kabinet; jam malam dan pengerahan pasukan dilaporkan di beberapa wilayah.

Media internasional dan organisasi HAM menyerukan penyelidikan atas penggunaan kekuatan yang berlebihan; beberapa negara mengekspresikan keprihatinan atas kebebasan berekspresi dan stabilitas di Nepal. Laporan-laporan utama menekankan perlunya dialog politik untuk mencegah konflik lebih lanjut.

TAG:Gen Z NepalPembatasan Sosial MediaUnjuk Rasa Nepal
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan
Pererat Silaturahmi, Pengurus Gardayak Sanggau Kunjungi Tokoh Masyarakat Paolus Hadi
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan

Berita Menarik Lainnya

Mengapa Bendera Dayak Merah-Kuning-Biru Bukan Simbol Politik? Ini Penjelasan Naskah Akademiknya
3 jam lalu
Kemudahan Berobat ke RS Borneo Medical Centre Kuching: Solusi Layanan Kesehatan Bagi Warga Kalbar
6 hari lalu
Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
2 bulan lalu
Sikapi Kecelakaan Beruntun,di Sanggau Sekretaris Komisi IV DPRD Kalbar Bakal Panggil Dinas PUPR
4 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar