Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    1 minggu lalu
    Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama
    1 minggu lalu
    Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
    2 minggu lalu
    49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
    2 minggu lalu
    Peduli Kesehatan, PMI Kabupaten Sanggau Bersama Relawan Bagikan 1.000 Masker dan Air Bersih
    2 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Internasional > Dilarang Bicara, Mereka Membalas: Protes Besar di Nepal Usai Larangan 26 Platform
Internasional

Dilarang Bicara, Mereka Membalas: Protes Besar di Nepal Usai Larangan 26 Platform

VIVM
Diperbarui: 09/09/2025 0:43
VIVM
1 tahun lalu
Bagikan

Kathmandu, 8 September 2025 — Gelombang protes yang dipimpin kaum muda meletus di seluruh Nepal setelah pemerintah memblokir puluhan platform media sosial dan pesan instan. Bentrokan dengan aparat keamanan berujung pada puluhan korban jiwa, pengunduran diri Menteri Dalam Negeri, dan pemberlakuan jam malam/pengetatan keamanan di ibu kota. Aksi itu berkembang cepat dari protes digital menjadi tuntutan politik yang lebih luas — termasuk kecaman atas dugaan korupsi dan otoritarianisme.


Pemicunya adalah keputusan pemerintah untuk memblokir sekitar 26 platform besar — termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, X, dan YouTube — setelah perusahaan-perusahaan tersebut gagal memenuhi persyaratan pendaftaran dan regulasi baru yang ketat. Banyak pemuda menilai langkah itu sebagai pembungkaman kebebasan berekspresi dan kontrol pemerintah terhadap ruang publik digital; kampanye protes cepat menyebar lewat TikTok dan jejaring lokal.


  • Mobilisasi massa: Ribuan mahasiswa dan aktivis (yang diberi label “Gen Z” di media) turun ke jalan-jalan utama di Kathmandu, Pokhara dan kota-kota lain. Aksi bermula damai tetapi cepat memanas saat demonstran mencoba mendekat ke kompleks parlemen.

  • Kekerasan & korban: Tembakan gas air mata, peluru karet, dan — menurut sejumlah laporan — penggunaan amunisi lebih keras oleh aparat membuat bentrokan berubah mematikan. Laporan media internasional menyebut setidaknya 19 orang tewas dan puluhan luka-luka; angka ini terus berkembang karena situasi dinamis.

  • Respon politik: Menyusul eskalasi, Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak mengundurkan diri, dan pemerintah memanggil rapat darurat kabinet; jam malam dan pengerahan pasukan dilaporkan di beberapa wilayah.

Media internasional dan organisasi HAM menyerukan penyelidikan atas penggunaan kekuatan yang berlebihan; beberapa negara mengekspresikan keprihatinan atas kebebasan berekspresi dan stabilitas di Nepal. Laporan-laporan utama menekankan perlunya dialog politik untuk mencegah konflik lebih lanjut.

TAG:Gen Z NepalPembatasan Sosial MediaUnjuk Rasa Nepal
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Tolak Instruksi Presiden Prabowo, Gerdayak Sanggau dan Wagub Kalbar Pasang Badan Bela Peladang
Gandeng PMI Sanggau, ANTAM Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Sinergi PT GKM dan AJS Bantu Pemkab Sanggau Atasi Dampak Kabut Asap
Timotius Yance Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sanggau di Musda XI
Sentuh Masyarakat Dusun Periji, Kades Pana Apresiasi Kegigihan Polres Sanggau Cegah Karhutla dan Bantu Warga

Berita Menarik Lainnya

Mengapa Bendera Dayak Merah-Kuning-Biru Bukan Simbol Politik? Ini Penjelasan Naskah Akademiknya
1 bulan lalu
Kemudahan Berobat ke RS Borneo Medical Centre Kuching: Solusi Layanan Kesehatan Bagi Warga Kalbar
2 bulan lalu
Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
3 bulan lalu
Sikapi Kecelakaan Beruntun,di Sanggau Sekretaris Komisi IV DPRD Kalbar Bakal Panggil Dinas PUPR
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar