Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Jembatan Kelampai Parindu Terancam Putus, Anggota DPRD Sanggau Wendy Krisandy Desak Penanganan Cepat
    2 hari lalu
    Musim Kemarau Tiba, BPBD Sanggau Ajak Masyarakat Kolaborasi Cegah Karhutla Sejak Dini
    2 hari lalu
    Pansel Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak JPTP Sanggau 2026, Ini Daftar Nama Pelamar yang Lulus
    2 hari lalu
    Disbunnak Sanggau Fasilitasi Pelatihan Biosekuritas Peternak Program CABI di Entikong
    3 hari lalu
    Foto : Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton
    Vaksin Rabies dan ASF Kosong di Sanggau, Hanya Vaksin Ayam yang Aman
    3 hari lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Menu MBG Bisa Bahaya? Hasil Lab Terbaru & Ulasan Mantan Dir. WHO soal Risiko Makanan
Nasional

Menu MBG Bisa Bahaya? Hasil Lab Terbaru & Ulasan Mantan Dir. WHO soal Risiko Makanan

VIVM
Diperbarui: 27/09/2025 22:59
VIVM
11 bulan lalu
Bagikan

Sabtu, 27 September 2025 – Hasil uji laboratorium kasus keracunan yang membayangi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menguak kontaminasi oleh bakteri seperti Salmonella dan Bacillus cereus. Menurut mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra, setidaknya ada lima faktor pemicu utama keracunan makanan massal. Artikel ini mengulas hasil lab, jenis makanan rentan, dan cara realistis agar rakyat — khususnya sekolah dan orang tua — dapat menghindari bahaya tersebut.

Konten
Hasil lab: apa yang sudah terbuktiEks Direktur WHO: “5 Pemicu utama keracunan makanan”Jenis makanan yang paling rentanCara menghindari keracunan — tips praktis untuk sekolah, dapur, orang tua

Hasil lab: apa yang sudah terbukti

  • Dalam kasus OKI, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) menyebut bahwa sampel menu MBG (tahu krispi & soto ayam) dan air menyimpan E. coli sebagai kontaminan utama.

  • Di Sukabumi, Dinas Kesehatan melaporkan bahwa hasil lab menunjukkan kontaminasi jamur + bakteri: semangka terdeteksi jamur Coccidioides immitis, tempe orek dengan Enterobacter cloacae, telur dadar dengan Macrococcus caseolyticus, dan telur mentah mengandung Bacillus cereus.

  • Kasus Sleman & Lebong: uji lab mengonfirmasi keberadaan E. coli, Clostridium sp., dan Staphylococcus dalam sampel makanan dan muntahan korban.

  • Laporan media menyebut: “Hasil lab Keracunan MBG: ada Salmonella dan Bacillus cereus,” berdasarkan pernyataan pakar yang dikutip oleh Tempo.

Jadi, kontaminasi mikroba memang menjadi penyebab nyata dan terbukti dalam beberapa kasus — menunjukkan kegagalan keamanan pangan di rantai produksi hingga distribusi MBG.


Eks Direktur WHO: “5 Pemicu utama keracunan makanan”

Dalam liputan CNBC Indonesia, dikutip bahwa eks direktur WHO menyebut bahwa keracunan makanan bisa dipicu lima faktor utama — yang sangat mungkin juga berlaku pada kasus MBG:

  1. Kontaminasi mikroba (bakteri, jamur, virus)

  2. Pengolahan & pemasakan tidak sempurna atau tidak higienis

  3. Penyimpanan makanan dalam kondisi tidak sesuai (suhu ruang, terlalu lama)

  4. Distribusi & transportasi yang tidak aman / terlambat

  5. Penanganan oleh manusia tanpa protokol kebersihan (penjamah, alat, tangan kotor, cross-contamination)

Faktor-faktor ini bersifat kumulatif — satu saja bisa memicu keracunan bila kondisi sudah mendukung (misalnya bakteri mulanya sedikit, tapi berkembang selama penyimpanan).


Jenis makanan yang paling rentan

Berdasarkan hasil lab dan laporan kasus, berikut adalah jenis menu yang sering terdeteksi sangat berisiko:

Baca juga

Misa Pentahbisan Uskup Keuskupan Sanggau Dapat Disaksikan Secara Streaming
Blokir Magdalene.co Dicabut, SMSI Tegaskan Sengketa Pers Wajib Lewat Dewan Pers
Gelombang Desakan Publik: UU Perampasan Aset Koruptor Harus Segera Disahkan, Menteri & Dewan Dievaluasi
Jenis Menu Contoh Menu MBG Kontaminan Terbukti / Diduga
Lauk hewani / unggas Ayam (potong, potongan daging), soto ayam Dalam kasus Garut, BGN mencurigai ayam menjadi penyebab setelah dikirim terlambat.
Makanan tinggi protein / telur Telur dadar, telur mentah Telur dadar di Sukabumi terdeteksi Macrococcus caseolyticus dan Bacillus cereus pada telur mentah
Fermentasi kedelai / produk olahan tumbuhan Tempe orek, tahu krispi Tempe orek di Sukabumi terdeteksi Enterobacter cloacae; tahu krispi di OKI mengandung E. coli
Sayuran / buah mentah Semangka, lalapan Semangka di Sukabumi mengandung jamur Coccidioides immitis
Kuah / sup / sambal Soto ayam, sup, kuah sayur Di OKI, soto ayam adalah salah satu menu yang terdeteksi E. coli

Faktor utama di balik risiko tinggi adalah kelembaban, kandungan air, dan sifat protein tinggi — yang menjadi tempat tumbuh mikroba jika tidak dikelola dengan tepat.

- Advertisement -

Cara menghindari keracunan — tips praktis untuk sekolah, dapur, orang tua

Berikut langkah-langkah proteksi yang dapat diambil oleh institusi (sekolah/SPPG) maupun masyarakat:

  1. Gunakan bahan baku berkualitas & bersertifikat — jangan ambil risiko dengan bahan murah dengan asal tak jelas.

  2. Pastikan kepatuhan pada SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) untuk setiap dapur mitra.

  3. Pemasakan sempurna & kontrol suhu — jangan biarkan makanan “setengah matang”, dan gunakan penutup panas jika perlu.

  4. Penyimpanan cepat & pendinginan segera — makanan yang sudah matang butuh disimpan di bawah suhu <4 °C jika tidak disajikan langsung; hindari menyimpan di suhu ruang terlalu lama.

  5. Transportasi cepat & aman — pengiriman makanan dari dapur ke sekolah harus menjaga rantai dingin bila perlu; jangan tunda pengiriman terlalu lama.

  6. Higienitas penjamah & alat — cuci tangan dengan sabun, gunakan sarung tangan, pisahkan alat potong untuk daging dan sayur, hindari kontaminasi silang.

  7. Pemeriksaan secara berkala / audit mikroba — dapur harus menjalani pengujian microbial rutin untuk mendeteksi kontaminasi awal.

  8. Transparansi & edukasi kepada orang tua / siswa — biarkan mereka tahu bahan & asal makanan; lakukan inspeksi visual dan aroma sebelum dikonsumsi.

  9. Jangan terlalu lama antara masak dan konsumsi — idealnya makanan disajikan secepat mungkin setelah matang, terutama untuk lauk protein tinggi.

TAG:Hasil Lab MBGJaga KebersihanMenu MBG
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

Kisah Haru Mas Kades Narto: Jadi ‘Ayah’ Bagi Anak Yatim Berkebutuhan Khusus di Hari Pertama Sekolah
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Penadah Emas Ilegal di Nanga Serawai
Komitmen Sinergisitas Penegakan Hukum: Kapolda dan Kajati Kalbar Pererat Hubungan Kelembagaan
Maxim Pontianak Beri Bantuan Fasilitas Sekolah dan Apresiasi Siswa ‘Best Client’
Beredar Dugaan Praktik Kecantikan Tanpa Izin di Pontianak, Warga Minta Aparat Turun Tangan

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
2 bulan lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
3 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
3 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
3 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar