Halo KalbarHalo Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Internasional
  • Nasional
  • Politik
  • Peristiwa
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sintang
    Kalimantan BaratLebih Banyak
    Tingkatkan Mutu Pelayanan, RSUD MTh Djaman Gelar FKP dan Penandatanganan PKS Rujukan
    1 minggu lalu
    Turnamen Daranante Cup XIII Resmi Dimulai, 32 Tim Sepak Bola Sanggau Berebut Juara
    1 minggu lalu
    Foto : Ilustrasi
    DAD Kecamatan se-Sanggau Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Rencana Kehadiran Ustaz Abdul Somad
    1 minggu lalu
    Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot Turun ke Kapuas Sanggau
    2 minggu lalu
    Gandeng Kesbangpol Sanggau, Paolus Hadi Tegaskan Empat Pilar Jadi Kunci Menjaga Kondusifitas Daerah
    3 minggu lalu
  • Lainnya
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Gaya Hidup
    • Ragam
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Travel
    • Budaya
    • Otomotif
    • Kesehatan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Halo KalbarHalo Kalbar
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kategori
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Politik
    • Ragam
    • Teknologi
    • Travel
  • Kalimantan Barat
    • Bengkayang
    • Kapuas Hulu
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Landak
    • Melawi
    • Mempawah
    • Pontianak
    • Sambas
    • Sanggau
    • Sekadau
    • Singkawang
    • Sintang
Halo Kalbar > Indeks > Nasional > Dari Harapan Jadi Malapetaka: Ibu Hamil dan Menyusui Ikut Keracunan MBG
Nasional

Dari Harapan Jadi Malapetaka: Ibu Hamil dan Menyusui Ikut Keracunan MBG

VIVM
Diperbarui: 27/09/2025 22:51
VIVM
1 tahun lalu
Bagikan

Sabtu, 27 September 2025 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk menanggulangi malnutrisi kini berujung pada krisis kepercayaan: bukan hanya pelajar, sejumlah ibu hamil dan ibu menyusui di beberapa daerah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket MBG — memaksa Badan Gizi Nasional (BGN), dinas kesehatan, BPOM, dan aparat penegak hukum bergerak cepat untuk mencari penyebab.


Insiden terbaru tercatat di wilayah Bandung Barat (Cipongkor) dan sejumlah daerah lain—Bandung Barat melaporkan ratusan korban, termasuk ibu menyusui yang harus mendapatkan perawatan di posko kesehatan setempat; sementara di Banggai dan Ketapang ratusan siswa juga terkena dampak dan menu yang dicurigai sudah dikirim untuk pengujian laboratorium. BGN telah menurunkan tim investigasi ke lokasi-lokasi terdampak.


Ibu hamil dan ibu menyusui lebih rentan terhadap efek toksin dan gangguan gizi: perubahan fisiologis kehamilan (mis. imunitas & metabolisme yang berubah) membuat reaksi terhadap kontaminan makanan bisa berbeda dan berisiko pada janin atau bayi menyusu. Paparan toksin tertentu juga dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan bayi; karena itu kasus yang melibatkan kelompok ini mendapat perhatian khusus dari Kemenkes dan organisasi medis.


Penyelidikan saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM dan lembaga terkait. Dugaan sementara di beberapa lokasi meliputi kontaminasi bakteri/pathogen, praktek pengolahan yang buruk, atau bahan baku yang tidak sesuai standar (mis. ikan atau produk olahan yang kedaluwarsa). BGN menyebut sampel makanan dari Banggai akan dikirim ke BPOM Palu untuk uji lebih lanjut. Sementara itu Bareskrim memberi asistensi pada polda-polda yang menangani kasus ini agar pengumpulan bukti dan forensik pangan berjalan seragam.


BGN meminta maaf dan menerjunkan tim pengawas keamanan pangan; mereka juga menerapkan SOP baru—mewajibkan sertifikasi koki SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan pendampingan di dapur mitra—serta menghentikan operasi dapur yang dicurigai sampai audit selesai. Kemenkes dan BPOM ikut serta mengambil sampel dan memantau kondisi korban di posko kesehatan. Bareskrim Polri menyatakan akan memberikan asistensi teknis agar penanganan kasus lintas wilayah berjalan terkoordinasi.

Baca juga

Bersama Warga Babinsa Peduli Perbaiki Jalan Berlubang di Sekadau 
Dua Tahun Berjalan Organisasi PBB Sanggau Semakin Eksis 8 PAC Sudah terbentuk
Kabupaten Sanggau kembali menggelar Sabang Merah Award Tahun 2024

“Saya diberi paket MBG, lalu segera pusing dan muntah. Saya menyusui bayi, jadi khawatir kalau apa yang saya makan memengaruhi ASI,” kata salah satu ibu menyusui yang dievakuasi di Cipongkor. Kelompok orang tua meminta transparansi tentang bahan baku, pemasok, dan proses kontrol kualitas sebelum program dilanjutkan. Tekanan emosional juga tinggi: selain kesehatan, stigma dan rasa takut mengonsumsi bantuan gizi menjadi ancaman bagi tujuan program.

- Advertisement -

Data sementara yang beredar menunjukkan celah besar dalam sertifikasi dan higiene dapur: Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut dari ribuan dapur MBG hanya puluhan yang tercatat memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) — sebuah indikator penting yang kini jadi fokus audit. Praktik pengadaan bahan, rantai dingin, pelatihan tenaga dapur, dan prosedur distribusi menjadi titik lemah potensial yang harus diperbaiki.


Selain efek kesehatan akut, kasus ini bisa mengikis kepercayaan masyarakat pada program yang dimaksudkan untuk menurunkan stunting dan kekurangan gizi. Jika kepercayaan runtuh, partisipasi keluarga menurun dan target gizi nasional bisa terganggu. Di sisi lain, kegagalan pengawasan juga membuka risiko hukum dan politis bagi pihak penyelenggara dan mitra penyedia.

TAG:Ibu Hamil dan Bayi jadi KorbanIbu Hamil Keracuna MBGKorban MBGKurangnya Pengawasan MBG
Bagikan
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Gimana menurut kamu?
Suka0
Sedih0
Bahagia0
Ngantuk0
Marah0
Aneh0

Terpopuler

49 Desa Terdaftar Listrik Masuk Sanggau Terkendala Izin Kawasan, Hendrikus Hengki Siap Perjuangkan
Ringankan Beban Tim Karhutla, P2D Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan Logistik
Wujud Edukasi Demokrasi, SMAN 2 Sanggau Gelar Debat Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026–2027
Satgas Karhutla Sanggau Perpanjang Masa Tanggap Darurat untuk Antisipasi Dampak Kebakaran
Target Selesai Sebelum Pemilu 2029, DPD NasDem Sanggau Gelar Peletakan Batu Pertama

Berita Menarik Lainnya

Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,8 Ton Timah di Bangka Tengah, Selamatkan Rp 1,8 Miliar
3 bulan lalu
KUHAP Baru Berlaku, PERADI PROFESIONAL Dorong Penguatan Advokat dalam Panca Wangsa Penegak Hukum
5 bulan lalu
Wabup Sanggau Dorong Harmonisasi Kebijakan Pusat-Daerah di Forum ASWAKADA 2026
5 bulan lalu
Polisi Ringkus Pria di Kembayan Sanggau, 4,42 Gram Sabu dan Timbangan Disita
5 bulan lalu

Jl. Ahmad Yani No. 48 Sanggau,

Kecamatan Sanggau Kapuas
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat 78513

Kalimantan Barat

  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Bengkayang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang

Kanal

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • Travel

Sosial Media

© 2021 - | Halo Kalbar