WARINGIN TIMUR, Haloklbar.com – Proyek pembangunan crossing (persimpangan) di ruas Jalan Nasional Desa Bukit Raya, Kecamatan Waringin Timur, kini tengah menjadi sorotan.
Meski pekerjaan fisik di lapangan terpantau belum tuntas sepenuhnya, jalur tersebut dilaporkan sudah mulai dioperasikan oleh kendaraan yang melintas.
Pembangunan crossing ini diduga kuat berkaitan dengan akses mobilitas kendaraan milik perusahaan tambang, PT Aries Iron Mining.
Berdasarkan pantauan tim di lokasi, proses pengerjaan konstruksi masih terus berjalan.
Sejumlah material bangunan dan alat kerja masih tersusun di area proyek, menandakan bahwa infrastruktur tersebut belum masuk tahap finishing atau serah terima.
Namun, pemandangan kontras terlihat di mana arus kendaraan sudah mulai menggunakan jalur tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat status jalan tersebut adalah Jalan Nasional yang memiliki volume lalu lintas padat dan risiko kecelakaan yang tinggi.
Warga setempat berharap pihak pelaksana proyek tidak mengabaikan prosedur keselamatan demi mengejar fungsionalitas jalan.
“Harapannya tentu cepat selesai, tapi harus sesuai standar. Jangan sampai dipaksakan lewat kalau memang belum rampung benar, karena ini jalan umum yang ramai,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Aries Iron Mining maupun instansi pemerintah terkait mengenai izin penggunaan jalan sebelum proyek dinyatakan selesai 100 persen.
Masyarakat mendesak adanya pengawasan ketat dari pihak berwenang, baik dari Dinas Perhubungan maupun dinas terkait, guna memastikan,Ketertiban administrasi penggunaan jalur nasional, Keselamatan pengguna jalan umum lainnya, Kesesuaian spesifikasi teknis pembangunan agar tidak merusak jalan nasional yang sudah ada.
Penulis: Redaksi Haloklbar.com
Editor: Kornelis
